Sumsel Darurat Banjir dan Longsor

SILAHTURAHMI - Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin saat duduk semeja dalam silahturahmi antar tokoh agama, pemuda, dan unsur lainnya di Hotel Horison, Senin (21/11/2016). (Foto-Ist/Humas Pemprov)
SILAHTURAHMI – Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin saat duduk semeja dalam silahturahmi antar tokoh agama, pemuda, dan unsur lainnya di Hotel Horison, Senin (21/11/2016). (Foto-Ist/Humas Pemprov)

Palembang, KoranSN

Curah hujan yang saat ini tergolong tinggi membuat Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi darurat banjir dan longsor. Hal tersebut terlihat di beberapa daerah yang tergenang banjir dan ada beberapa daerah yang sudah terjadi longsor.

Akibatnya beberapa ruas jalan pun ‘lumpuh’ atau tanpa aktivitas, seperti di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, Kota Prabumulih, Kabupaten Musi Rawas serta di OKU Selatan.

Hal tersebut diakui Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin usai menghadiri silaturahmi bersama FKPD Sumsel dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan ormas Islam se-Sumsel di Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (21/11/2016).

“Ya, karena itu kami minta segera tim tanggap darurat untuk turun membantu daerah yang terkena dampak banjir bahkan longsor,” katanya.

Diterangkan gubernur, pihaknya telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor ini sejak 3 Oktober lalu sampai dengan April 2017 mendatang. Keputusan tersebut merupakan upaya antisipasi agar cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah lain di Indonesia, tidak terlalu memberikan kerugian di Sumsel.

Baca Juga :   Wabup Lahat Sosialisasi Gemarikan

“Jadi, kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada akan terjadinya potensi ini karena bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” singkatnya

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Sumsel, Syamsul Bahri sempat mengaku telah menyiapkan alat berat disetiap Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) di daerah agar selalu siaga. Jika pun dirasakan tidak cukup diatasi oleh satu alat berat maka pihaknya akan meminta bantuan beberapa UPTD lainnya untuk segera membantu mengirimkan alat berat tersebut.

“Ada sekitar 9 ruas jalan yang rawan longsor ini diantaranya di daerah OKU Selatan, Empat Lawang, Pagaralam dan beberapa daerah lainnya,” katanya.

Di tahun 2016 ini sendiri, lanjut Syamsul, pihaknya telah menganggarkan untuk penanggulanan bencana yakni sebesar Rp 200 juta. Namun, dana tersebut tidak serta merta melainkan melihat kondisi kerusakan di lapangan. “Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk perbaikan pada saat terjadinya bencana baik jalan maupun lain sebagainya,” terangnya.

Baca Juga :   Ambil Formulir Cabup PALI, Madi Apriadi Tantang Petahana

Terpisah, salah satu lokasi atau kawasan yang menjadi langganan longsor diantaranya, Liku Endikat, Lematang, daerah kaki gunung Dempo, seperti Kelurahan Gunung Dempo, dan Kelurahan Dempo Makmur. Pasalnya, kontur tanah berupa lereng perbukitan terjal. Terbaru, longsor ruas jalan Negara, pesisnya di Simpang Manna, tidak jauh dari jembatan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pagaralam, Drs Herawadi MM.

Dirinya menghimbau seluruh masyarakat mewaspadai terhadap kemungkinan bencana alam seperti kasus longsor dan banjir. Terutama yang tinggal di lereng-lereng dan perbukitan untuk meningkatkan kewaspadaan, serta pengguna jalan yang melintasi kawasan maut, yakni Liku Endikat dan Liku Lematang.

“Secara umum longsoran terjadi di daerah-daerah sekitar lereng-lereng perbukitan gundul. Seperti yang sering terjadi di kawasan Liku Endikat dan Liku Lematang, juga termasuk kawasan di kaki Gunung Dempo,” tandasnya. (wik/asn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pilkada Serentak di Sumsel: OI, Mura dan Muratara Jadi Konsentrasi PDIP

Palembang, KoranSN Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan …