Sumsel Diklaim Bebas Kabuter



Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda

Palembang, koranSN

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, Belman Karmuda, Senin (25/1/2016) mengklaim Provinsi Sumsel bebas dari Kabupaten Tertinggal (Kabuter). Hal tersebut berdasarkan data dari Kementrian Sosial (Kemensos).

“Sejauh ini dari data kemensos tidak ada kabuter di Sumsel,” terangnya.

Dijelaskannya, kabuter ini sendiri dinilai dari angka kemiskinan dan beberapa faktor lainnya, sehingga menyebabkan tindak kriminalitas.

Dirinya juga menerangkan, kabuter ini ada pada tahun 2008 yang lalu untuk 2 kabupaten di Sumsel yakni Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Namun hal tersebut sudah diatasi sehingga saat ini dinilai kabupaten tersebut tidak lagi tertinggal.

“Kita lihat saja, dahulu untuk menjangkau kedua daerah tersebut sangat sulit, nah sekarang sudah banyak kendaraan dan jalan menuju daerah tersebut sudah bagus, sehingga tidak lagi tergolong dalam kabuter yang didata oleh kemensos,” jelasnya.

Terkait dengan pernyataan presiden pada tahun 2015 lalu yang menyatakan bahwa 2 kabupaten di Sumsel yakni Musirawas dan Musirawas Utara (Muratara) sebagai kabupaten tertinggal. Dirinya tidak mengetahui hal tersebut. Pasalnya, pendataan kabuter tersebut bukan bedasarkan pendataan dari kemensos melainkan dari kementrian dalam negeri (Kemendagri).

“Kabuter ini sendiri banyak penilaiannya, namun yang masuk kedalam dinsos yakni pendataan dari kemensos,” urainya.

Baca Juga :   2017, Ekspor Sumsel Ditarget Meningkat

Disinggung maraknya kriminalitas di Kabupaten PALI yang merupakan salah satu ciri dari kabuter. Dirinya mengakui hal tersebut.

“Memang angka kriminalitasnya tinggi tapi kami tidak dapat memastikan apakah kabupaten tersebut tergolong dalam kabuter karena jika mengacu pada data kemensos untuk di Sumsel sudah bebas dari Kabuter tersebut,” tambahnya.

Dilanjutkan Belman, upaya yang dilakukan untuk penanganan kabuter tersebut yakni mengarahkan setiap bantuan ke daerah kabuter serta adanya pembinaan dan penyuluhan untuk setiap penduduk. “Pembinaan ini sendiri dapat melalui penyuluhan dan lain sebagainya,” tandasnya. (wik)



Publisher : awik obsesi

Lihat Juga

Pilkades Serentak 2024 Siap Dilaksanakan di 57 Desa di Kabupaten Banjarnegara

Banjarnegara, KoranSN Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Gelombang II Kabupaten Banjarnegara siap digelar. Demikian hasil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!