Sumsel Jadi Pasar Ekstasi Asal Malaysia

EKSTASI – Bobby Prayoga alias Bobby (menutupi wajah), Riko (tengah) dan M Rusdi yang merupakan tersangka kasus narkoba dengan barang bukti 498 butir ekstasi warna hijau berlogo Poundsterling asal Negara Malaysia saat digiring petugas di Mapolda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Sumsel tampaknya telah menjadi pasar peredaran ekstasi asal Negara Malaysia. Hal tersebut terungkap dari tiga jaringan pengedar ekstasi yang tertangkap Tim Khusus (Timsus) Direktorat Reserse Nakorba Polda Sumsel.

Ketiga tersangka tersebut yakni; tersangka M Rusdi (45) dan Riko (29), keduanya warga Desa Muara Rumpit Keluarahan Muara Rumpit Kecamatan Rumpit Kabupaten Musi Rawas serta tersangka Bobby Prayoga alias Bobby (26), warga Jalan Kesehatan Kelurahan Dempo Permai Kecamatan Lubuk Linggau Timur, Kota Lubuk Linggau.

Ketiga tersangka ini ditangkap di halaman parkir salah satu hotel di Jalan Yus Sudarso Lubuk Linggau Timur, Kota Lunuk Linggau, Sabtu (15/4/2017). Dari tangan ketiga tersangka diamankan barang bukti 498 butir ekstasi warna hijau berlogo Poundsterling.

Kasubdit III Direktorat Reserse Nakorba Polda Sumsel, AKBP Syahril Musa, Minggu (16/4/2017) mengatakan, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing, dimana untuk tersangka M Rusdi bertugas mengambil dan membawa ratusan ekstasi tersebut dari seorang bandar berinisial IR (DPO). Setelah itu tersangka M Rusdi memberikan ratusan ekstasi tersebut kepada tersangka Riko dan Bobby Prayoga alias Bobby.

“Ketika dilakukan penangkapan, ketiga tersangka berada di lokasi yang sama dan berdekatan. Awalnya, kita menangkap tersangka Riko dan  Bobby Prayoga alias Bobby kemudian tak jauh dari lokasi penangkapan tersebut juga diamankan tersangka M Rusdi. Dari penangkapan ketiga tersangka diamankan barang bukti 498 butir ekstasi yang diduga milik bandar ‘IR’ yang kini masih kita kejar. Ekstasi tersebut berasal dari Negara Malaysia yang diselundupkan jaringan pengedar nakroba untuk diedarkan ke wilayah Sumsel,” terang Syahril.
Masih dikatakannya, dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan, diduga para pengguna ekstasi tersebut merupakan para pengunjung tempat hiburan malam seperti di cafe-cafe dan diskotik.

Baca Juga :   Pencuri Mobil Taksi Online Ditangkap di Lubuklinggau

“Dengan telah ditangkapnya ketiga tersangka kini kita masih melakukan pengembangan untuk menangkap bandar dan para jaringan pengedar narkoba lainnya di Sumsel. Sedangkan untuk ketiga tersangka dijerat dengan Pasl 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009,” tegas Syahril.

Sementara tersangka M Rusdi mengatakan, ratusan ekstasi tersebut merupakan milik ‘IR’ warga Muara Rumpit. Dalam kasus ini dirinya bersama temannya Riko hanya membawa ratusan ekstasi tersebut untuk diserahkan kepada tersangka Bobby Prayoga alias Bobby.

“Setiba di lokasi, ekstasi itu saya berikan kepada Riko kemudian Riko menyerahkannya kepada Bobby. Namun saat ekstasi tersebut berada ditangan Bobby, ketika itulah polisi datang menyergap kemudian menangkap kami bertiga,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, ia bersama rekannya Riko mau membawa ratusan ekstasi milik ‘IR’ dari Muara Rumpit untuk diserahkan ke Bobby di Lubuk Linggau lantaran tergiur uang yang dijanjikan oleh ‘IR’.

Baca Juga :   SMA N 4 Palembang di Satroni Maling

“Kami dijanjikan Rp 30 ribu untuk setiap satu butirnya. Sedangkan ekstasi yang kami bawa jumlahnya 498 butir jadi kalau berhasil terjual upah kami akan dikalikan dengan total ekstasi yang kami bawa tersebut. Namun, belum sempat terjual kami telah tertangkap polisi,” ujarnya.

Sedangkan tersangka Bobby Prayoga alias Bobby mengungkapkan, jika dirinya hanya berperan menyambut ratusan ektasi tersebut dari tangan tersangka M Rusdi dan Riko.

“Kami bertiga berteman tapi sudah lama tidak bertemu, sehingga saat ada seseorang menelphone, meminta dicarikan ekstasi lalu saya menghubungi M Rusdi dan Riko. Namun saat kami menunggu pembelinya di parkiran hotel tersebut yang datang malahan polisi sehingga kami pun tertangkap. Baru kali inilah kami melakukan ini, kami mau karena tergiur uang yang dijanjikan Rp 30 ribu untuk perbutir ekstasi itu,” pungkasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Pembelian “Wine” Oleh Edhy Prabowo dari Suap Ekspor Benur

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi saksi karyawan swasta Ery Cahyaningrum soal pembelian minuman …