Sumsel Target Peredaran Narkoba, Sungai Musi Dipantau

Kapolda Sumsel, Rektor UNSRI, BPOM serta pihak dari kejaksaan saat memusnahkan 22 Kg sabu di halaman Gedung Rumah Makan Sri Melayu. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Wilayah Sumsel saat ini bukan hanya menjadi perlintasan penyelundupan narkoba saja, akan tetapi telah menjadi target peredaran. Hal ini dikarenakan di Provinsi Sumsel sudah banyak warga yang mengkonsumsi narkoba. Demikian dikatakan, Kapolda Sumsel Irejen Pol Zulkarnain Adinegara, Selasa (27/2) usai melakukan pemunsahan barang bukti 22 Kg sabu dan 9000 butir ekstasi, serta penyuluhan bahayanya narkoba di Aula Rumah Makan Sri Melayu Palembang.

Dikatakan Kapolda, wilayah Sumsel saat ini sudah berbahaya dengan peredaran narkoba. Dari itu perlu adanya gerakan bersama dalam memberantas peredaran nakorba.

“Sumsel bukan lagi perlintasan tapi sudah banyak yang mengkonsumsi sabu. Maka dari itu Sungai Musi terus kami pantau meskipun sejauh ini belum didapatkan pengungkapan penyelundupan narkoba dengan barang bukti yang besar seperti diungkap di Batam,” katanya.

Dijelaskan Kapolda, barang bukti 22 Kg sabu yang dimusnahkan merupakan ungkap kasus Polda Sumsel selama bulan Februari 2018. Bahkan barang bukti tersebut jenis dan kualitasnya sama dengan barang bukti yang ditangkap di Batam.

Baca Juga :   Penyidikan Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol OKI Tunggu Audit

“Jenis dan kualitasnya sama dengan 1,6 ton yang ditangkap di Batam. Artinya satu produk, sama-sama dari Cina yang diselundupkan ke Indonesia melalui jalur perairan. Makanya kami terus memantau Sungai Musi, termasuk perairan lainnya di Sumsel, jadi narkoba saya sikat betul,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolda, dirinya juga telah meminta ke jaksa agar memberikan hukuman mati dalam persidangan kepada para tersangka yang ditangkap dengan barang bukti yang banyak.

“Jadi, walaupun kami (polisi) belum dapat menembak pelaku kasus narkoba sampai pelakunya jatuh tersungkur, akan tetapi kami telah berkoordinasi dengan jaksa, jika untuk tersangkannya akan dijatuhkan hukuman mati di persidangan,” jelasnya.

Lebih jauh Kapolda mengutarakan, selain melakukan pemunsahan barang bukti, pihaknya juga melakukan penyuluhan bahayanya narkoba kepada pelajar SMP dan SMA di Aula Rumah Makan Sri Melayu Palembang.

Baca Juga :   Sidang Dugaan Korupsi Pajak, Hakim Sebut Ada Dugaan Penggelapan Pajak Rp 40 Miliar

“Kami mengajak generasi muda untuk mengenal bahayanya narkoba. Sebab generasi muda harus bisa membawa Sumsel jaya dan jauh dari narkoba,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, dari data ungkap kasus Polda Sumsel kebanyakan para tersangka kasus narkoba berusia produktif, bahkan diantaranya ada yang pelajar.

“Ini menandakan jika tidak menutup kemungkinan, Negara kita yang kuat dan susah ditaklukan dirusak dengan narkoba yang meracuni para generasi muda. Untuk itulah, saya mengajak semua pelajar dan para generasi muda untuk memerangi dan memberantas narkoba,” tandas Kapolda.

Pantauan di lapangan, barang bukti sabu dan ribuan butir esktasi tersebut dimusnahkan dengan cara dicampur diterjen yang kemudian diblander. Bahkan saat pemusnahan para tersangka yakni; Arif, Rahmad, Lukman, Ikhsan dan Rimbo juga dihadirkan untuk menyaksikan pemunsahan barang bukti tersebut. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Tandatangani NPHD dan Tak Lakukan Pengawasan Dana Hibah KONI, K-MAKI: Mantan Kadispora Sumsel Mesti Diproses Hukum!

Palembang, KoranSN Ir Feri Kurniawan Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumsel, Kamis (25/7/2024) …

error: Content is protected !!