Sutaryo Setor Uang Rp 11 Miliar ke Rustami

Sutaryo saat memberikan kesaksian di PN Tipikor Palembang, tentang peran Yan Anton Ferdian. Foto-Ferdinand/Koransn

TERDAKWA Sutaryo mengaku telah menyetor uang Rp 11 miliar ke terdakwa Rustami untuk memenuhi permintaan Bupati Banyuasin nonaktif, Yan Anton Fedian. Demikianlah diungkapkannya saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus operasi tangkap tangan (OTT) Banyuasin, di PN Tipikor Kelas I A Palembang, Kamis (2/3/2017).

Dikatakan Sutaryo, uang tersebut didapatkan dari fee proyek yang diberikan para kontaktor yang memenangkan proyek di Dinas Pendidikan Banyuasin. Mereka yakni; Zulfikar Muharammi, Asmiun, Indra, Usmanto dan Kartini.

“Dari catatan saya sendiri, uang yang telah saya serahkan kepada Rustami untuk keperluan Yan Anton yakni, sekitar Rp 11 miliar. Untuk penyerahan uangnya, ada yang saya serahkan kepada Kirman dan ada juga saya serahkan langsung ke Rustami,” katanya.

Diungkapkan Sutaryo, untuk para kontraktor yang memberikan uang fee dapat memenangkan poses lelang proyek di ULP Banyuasin dikarenakan semuanya telah diatur sebelum proyek di dilelang.

“Sebab nama-nama kontraktor yang memberikan fee saya laporkan kepada kepala dinas lalu namanya dicatat. Disaat mendekati proses lelang yakni proses survei harga, disinilah kami membocorkan persyaratan yang akan lolos dalam lelang. Sebab, survei harga ini yang menentukan kontaktor dapat menang lelang . Jadi semuanya itu sudah diatur. Sedangkan terkait fee 20 persen hingga 30 persen yang menentukannya bukanlah saya tapi Merki Bakri saat ia masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin. Awalnya, Merki mengatakan fee itu kepada saya, kemudian saya menyampaikannya kepada para kontraktor,” terangnya.

Baca Juga :   Polisi Tetapkan Dua Pegawai Lapas Tersangka Terkait Narapidana Kabur

Lebih jauh dikatakan Sutaryo, dalam perkara ini dirinya juga pernah diminta Umar Usman dan Rustami meminta uang Rp 1 miliar kepada Zulfikar Muharami untuk keperluan Yan Anton naik haji.

“Uang tersebut diserahkan Zulfikar kepada saya, setelah diterima lalu saya berikan ke Kriman. Jadi dalam perkara ini, saya hanya menjalankan perintah kepala dinas dan Rustami saja,” tandasnya.

Sedangkan Rustami saat menjadi saksi dalam persidangan mengutarakan, dirinya meminta uang kepada para kepala dinas karena menjalankan perintah dari Yan Anton selaku Bupati Banyuasin saat itu.

“Setiap kali Yan Anton minta dicarikan uang maka saya menyampaikannya ke kepala dinas. Setelah uang yang dipinta ada selanjutnya saya meminta Kirman mengambil uangnya. Kalau semua nominalnya saya tidak tahu. Sebab, semua uang diterima berada dalam amplop dan plastik kresek,” jelasnya.

Baca Juga :   Harun Masiku Diketahui Berikan Tas ke Satpam PDIP Setelah OTT KPK

Usai memberikan kesaksian, kemudian JPU KPK mengajukan pertanyaan terkait pemberian uang Rp 500 juta yang diberikan oleh Kepala Dinas PUBM Banyuasin, Abi Hasan untuk Yan Anton.

Dikatakan Rustami, jika pemberian uang tersebut memang ada namun dirinya mengaku tidak tahu jumlahnya karena saat diterima uang itu berada di dalam amplop.

“Bahkan sebelum uang itu diserahkan, saya sempat menanyakannya dengan mengirimkan pesan What Shap (WA) ke hanphone (HP) milik Abi Hasan,” tutupnya.

Setelah mendengarkan keterangan para terdakwa yang diperiksa sebagai saksi, Ketua Majelis Hakim, Arifin SH MH menunda persidangan hingga pekan depan. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil Tiga Saksi Kasus Dugaan Suap Pengadaan Bansos

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (18/1/2021), memanggil tiga orang saksi dalam penyidikan kasus …