Taat Hukum, Warga PALI dan Musi Rawas Serahan Senpira ke Polisi

Mat Hasan saat menyerahkan Senpira Laras Panjang ke Petugas. (foto-ist)

PALI, KoranSN

Mat Hasan (60), warga Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang patut menjadi contoh warga lalinnya. Pasalnya, tanpa perlu diminta kakek ini menyerahkan Senjata Api Rakitan (Senpira) laras panjang jenis kecepek kesayangannya ke kepolisian sektor Tanah Abang.

Penyerahan dilakukan Mat Hasan saat Brigadir Polisi Indra, dari Unit Babinkamtibmas Polsek Tanah Abang menyambangi kediamannya.

Hasan yang bekerja sebagai petani ini menyadari betul kalau Senpira yang tersebut ia simpan merupakan satu pelanggaran hukum dengan ancaman mencapai belasan tahun.

“Senpira ini saya dapat dari seseorang dengan cara membeli. Biasanya saya gunakan untuk berjaga-jaga dari hewan buas di kebun. Sekarang saya sudah tua dan takut untuk menggunakannya serta takut dengan ancaman hukumannya,” ujar Hasan.

Terpisah, Kapolsek Tanah Abang AKP Sibero, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima senpira laras panjang jenis kecepek dari salah satu warga di wilayah hukumnya.

“Kami sangat mengapresiasi yang sudah dilakukan oleh pak Mat Hasan yang dengan sukarela dan kesadaran diri memberikan senpira jenis kecepek kepada pihak kami. Serta kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat terkhusus di Kecamatan Tanah Abang untuk melakukan hal serupa,” kata Kapolsek.

Baca Juga :   Melalui Vicon, Pemkab Empat Lawang Gelar Musrenbang RKPD

Ditambahkannya, ancaman hukuman kepemilikan senjata ini sangat berat. “Undang-undangnya jelas, hukumannya jelas, maka dari itu kami minta kesadaran masyarakat untuk menyerahkannya sendiri, Sebab kalau kedapatan oleh pihak kepolisian akan melalui ranah hukum,” pungkasnya.

Tak hanya pihak kepolisian di PALI, perbuatan taat hukum juga terus di sosialisasi aparat kepolisian di Musi Rawas. Polres Musi Rawas terus menggalakan kegiatan sosialisasi kepada warga secara langsung agar tidak menguasai atau memiliki senjata api tanpa izin.

Kabupaten Musi Rawas dan Muratara didominasi warga yang berprofesi sebagai Petani. Hal inilah yang menjadikan kepemilikan senjata api rakitan atau kecepek, sebagai budaya leluhur.

Kecepek biasanya digunakan warga untuk menjaga kebun dari serangan binatang buas. Namun dalam perkembangannya kecepek, kadang kala digunakan sebagai sarana melakukan kejahatan atau melukai dan menghilangkan nyawa seseorang.

Hal ini terbukti dari beberapa kasus kejahatan yang ditangani Polres Musi Rawas dan banyaknya kecepek yang disita dari hasil kejahatan. Untuk itu Polres Musi Rawas, melalui Bhabinkamtibmas senantiasa mengajak warga untuk menyerahkan senpiranya kepada Aparat Kepolisian, guna mencegah dan menekan tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Musi Rawas.

Baca Juga :   Kandidat Pilkada OKI Adu Trik Cari Simpatik

Seperti yang dilakukan, Bhabinkamtibmas Polsek Muara Kelingi, Brigpol Wakhidin berhasil mengajak Suyadi (50), warga Desa Karya Teladan Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas untuk menyerahkan senpira miliknya.

Menurut Suyadi senpira atau yang akrab disebut warga sekitar Bedil ia dapat dari saudaranya yang sudah meninggal.

“Kami sering mendengar polisi ngasih tau dak boleh nyimpan bedil, karena itu kami serahkan secara sukarela” ujarnya.
Kapolsek Muara Kelingi, AKP Syafaruddin membenarkan kegiatan yang dilakukan Anggotanya. Hal ini merupakan salah satu wujud, penggalangan Kami selama ini.

“Karena selain dapat membahayakan orang lain, sengaja atau tidak sengaja. Kecepek yang tertembak dapat melukai dan menghilangkan nyawa orang lain” ujarnya. (ans/rif)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Infrastruktur dan SDM Masih Kendala Pembelajaran Daring

Lahat, KoranSN Sosialisasi dan kunjungan kerja Dewan Pendidikan Sumatera Selatan ke tiga wilayah kabupaten yaitu …