Tahun Ini, 151 Hektar Lahan KEK Ditarget Bebas

Joko Imam Sentosa. (foto-dok/kawik/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Di tahun 2017 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel menargetkan pembebasan lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) seluas 151 hektar. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dengan Kementrian Koordinator (Kemenko) Perekonomian beberapa waktu lalu untuk percepatan pembangunan di KEK.

Demikian diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Joko Sentosa saat ditemui di Pemprov Sumsel, Senin (6/3/2017).

“Targetnya tahun ini total lahan yang harus dibebaskan yakni 217 lalu dan ini termasuk 66 hektar tahun lalu, dari total lahan yang diperlukan yakni 2030 hektar,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya tengah menghitung berapa dana yang harus dikeluarkan untuk pembebasan lahan tersebut dan ini tentunya perlu rapat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Rencananya dana ini akan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan mendatang.

“Ya, nanti kami akan rapatkan dahulu dengan TAPD untuk menghitung dan melihat dana yang ada untuk pembebasan lahan ini,” ujarnya.

Selain dari APBD, lanjut Joko, pihaknya juga akan mengerahkan dana dari pihak swasta dan lain sebagainya agar pembebasan lahan ini cepat dilakukan. Disinggung jika terjadinya keterlambatan dalam pembebasan lahan tersebut. Dirinya enggan berkomentar. Namun, dirinya optimis pembebasan lahan 151 hektar dapat dilakukan tahun ini.

Baca Juga :   Iriana Joko Widodo Kunjungi Palembang (Foto)

“Pokoknya diupayakan tahun ini bebas yang 151 hektar ini,” singkatnya.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur bidang sistem Angkutan dan Pariwisata Setda Sumsel mengatakan pembicaraan yang dilakukan sejauh ini masih persoalan pembebasan lahan. Mengingat saat ini dalam pembebasan itu diperlukan uang. Jika tidak ada uang bagaimana mau membebaskan lahan.

Meskipun begitu, sambung Johnson pihaknya tengah berupaya agar tetap dilakukan pembebasan lahan untuk tahun ini. “Pokoknya kami akan upayakan pembebasan lahan tahun ini, agar tidak mandeg,” tegasnya.

Sejauh ini, sambung Johnson, lahan yang sudah dibebaskan pada tahun 2016 yakni seluas 66 hektar dari total lahan yang akan dibebaskan sebanyak 2030 hektar. Sedangkan untuk tahun ini pembebasan lahan masih menunggu kesanggupan keuangan dari Pemprov Sumsel.

Sedangkan untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov yang menaungi KEK yakni PT SMS saat ini sudah di dirikan namun memang untuk penyertaan modal belum dapat dilakukan. “Pokoknya masih akan terus membicarakan hal ini agar pengembangan KEK dapat dilakukan dengan cepat,” terangnya.

Baca Juga :   44 Warga Palembang Positif Covid-19 1 Meninggal

Sementara itu, Ketua Project Manager Unit (PMU) KEK TAA, Regina Ariyanti, mengatakan saat ini pihaknya masih menghitung kesanggupan Pemprov dalam pembebasan lahan tersebut. “Masih akan dibahas dulu dalam TAPD untuk pembebasan lahan ini,” ujarnya.

Sejauh ini, sambung Regina, untuk investasi sendiri sudah ada beberapa perusahaan yang setuju untuk berinvestasi di KEK Sumsel seperti PT Indorama, PT PGRC dan beberapa perusahaan lainnya. “Ya, masih ada lagi yang bakal berinvestasi di Sumsel,” singkatnya. (wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pulau Kemaro Dibangun Tanggul

Palembang, KoranSN Alat berat dan puluhan Pegawai Harian Lepas (PHL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan …