Tak Ingin Ditertibkan, Gepeng Terjun ke Kolam

Gepeng terjun ke kolam setelah dikejar Satpol PP PALI.
Gepeng terjun ke kolam setelah dikejar Satpol PP PALI.

PALI, SN

Tidak ingin ditangkap dan ditertibkan oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinsos Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), satu dari enam gelandangan dan pengemis (Gepeng) nekat menceburkan dirinya ke dalam kolam milik warga seputaran Talang Ubi Timur kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Rabu (16/12).

“Pengemis ini menurut pengakuan mereka bukan dari PALI, melainkan ada yang dari Lahat dan dari Prabumulih, mereka datang 6 orang semuanya masih dibawah umur, sekarang kita amankan di kantor bersama dua buntalan pakaian dan beberapa kaleng aibon, rencananya setelah kita bina akan kita pulangkan ke daerah asal mereka,” kata Zulkifli, Kadinsos PALI, Rabu (16/12).

Ia mengatakan, pihaknya akan memerangi penyakit masyarakat yang mengganggu aktivitas warga termasuk menertibkan Gepeng-gepeng seperti ini.

“Kita akan terus tertibkan apabila masih banyak berkeliaran para gepeng, supaya warga PALI nyaman dan kita akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait salahsatunya Satpol PP,” imbuhnya.

Baca Juga :   Harga Anjlok, Hasil Getah Karet Menipis

Sementara itu Kasat pol PP Kabupaten PALI, Mukhlis Nabil menambahkan, pihaknya akan cepat tanggap apabila ada laporan yang meminta bantuan untuk menertibkan gangguan kenyamanan masyarakat.

“Bersama Dinsos hari ini kami tertibkan  pengemis sambil ngisap aibon terang-terangan di pasar Pendopo,ini tentu sangat mengganggu masyarakat, takutnya anak-anak di PALI akan mencontoh prilaku para pengemis itu, makanya kami langsung ke pasar dan menertibkan mereka,” ungkap Mukhlis.

Dalam operasi itu, Pol PP dan Dinsos PALI berhasil mengamankan dua orang gepeng, yang salah satunya nekat menceburkan diri ke kolam milik warga.

Sementara itu, Agus (35) warga Pendopo mengaku resah banyaknya gepeng yang datang ke Bumi Serepat Serasan.

“Akhir-akhir ini, entah dari mana gepeng-gepeng tersebut datang dan banyak berkeliaran di pasar Pendopo, mereka rata-rata masih dibawah umur. Parahnya selain meminta-minta mereka sambil menghisap lem perekat merek aibon secara terang-terangan,” ujar Agus.

Baca Juga :   Perdana, 14 Siswa SMK Kesehatan Magang di RSUD Kabupaten PALI

Tidak hanya Agus yang resah hadirnya Gepeng di Ibukota PALI ini, Dedek (42) warga kelurahan Talang Ubi Barat juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan menurut Dedek, ini baru ada di Pendopo.

“Gepeng model ini baru di Pendopo, ngemis minta duit sambil makso di warung-warung sambil bawa aibon, ini harus diwapadai. Karena biasonyo, datang sikok datang galo,” tambah Dedek. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

PALI Zona Merah Corona

PALI, koranSN Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Serepat Serasan terus meningkat hingga membuat status …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.