Tata Bungalow Pulau Kemaro, Tunggu Tangan Investor



Tampak Bungalow yang ada di Pulau Kemaro tepatnya di kawasan perairan Sungai Musi. (foto-dok/ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui dinas Pariwisata Kota Palembang saat ini kesulitan untuk menata Bungalow yang ada di Pulau Kemaro tepatnya kawasan perairan Sungai Musi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, Minggu (10/12/2017) mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa mengembangkan Bungalow yang berada di kawasan Pulau Kemaro, lantaran tidak cukup memiliki dana anggaran.

Untuk itu, diakui Isnaini, saat ini pihaknya sudah menawarkan untuk menata kawasan tersebut kepada pihak Investor.

Dimana, penataan kawasan Pulau Kemaro dikedepankan, lantaran dianggap memiliki eksotisme tersendiri di Kota Palembang, karena terletak di tengah perairan Sungai Musi.

“Kita sekarang masih menunggu Investor yang ingin menata kawasan Pulau Kemaro ini dengan menerima kondisi saat ini. Pernah juga ditawarkan dengan Poltekpar, namun mereka banyak sekali hal-hal lainnya. Misalnya, menjadikan bungalow seperti hotel mahasiswa yang ada di Bandung,” ungkap Isnaini.

Dikatakan Isnaini, beberapa fasilitas, seperti Listrik, Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM), serta akses menuju lokasi baik dari darat maupun dari sungai sudah ada di Bungalow kawasan Pulau Kemarau ini.

Ia melanjutkan, saat ini Bungalow yang ada di Pulau Kemaro berjumlah 10 bungalow. Namun, idealnya mencapai 25 sampai 50 Bungalow. Jadi, bisa dilengkapi dengan Corporate Gatering.

“Intinya kita ingin menularkan agar keramaian berada di kawasan Pulau Kemaro ini, kedepan kita juga sedang menyiapkan akses menuju lokasi dengan menyambungkan jembatan melayang yang berkoordinasi bersama pihak Dinas PU PR Kota Palembang,” jelasnya.

Baca Juga :   47 Warga Palembang Positif Corona, Covid-19 di Sumsel Naik Jadi 1.596

Masih dikatakan Isnaini, selain Bungalow, pihaknya juga sedang menata kawasan yang berada disekitaran Pulau Kemaro, seperti kampung terapung, dimana sudah ada PT Dulox yang membantu dalam hal pengecetan.

“Target kita kedepan 12 ribu Wisata Mancanegara (wisman) bisa datang ke Palembang, dimana keuntungannya mencapai Rp 90 miliyar. Sedangan untuk wisata nusantara (Wisnus) dalam satu tahun target kita mencapai 100 ribu sampai 2 juta orang, dengan nilainya mencapai Rp 50,1 triliun. Untuk itu, kita sedang fokus membenahi pariwisata ini,” tandasnya. (rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Tim Perancang Kemenkumham Sumsel Sinergi dengan DPRD Banyuasin dalam Penyusunan Ranperda

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan menggelar Rapat Mediasi Konsultasi Penyusunan …

error: Content is protected !!