Tata Taman, Walikota Semarang Janji Tak Singkirkan PKL

Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. (foto-net/vivanews.com)

Semarang, KoranSN

Menanggapi kekhawatiran para pedagang kaki lima, Walikota Semarang Hendrar Prihadi menjamin Taman Indonesia Kaya tak singkirkan para PKL. Hal itu diungkapkannya saat melakukan tinjauan proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya di Kawasan Taman Menteri Soepeno, Mugassari, Semarang, kemarin.

Hendrar menegaskan tidak akan melakukan penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di Taman Keluarga Berencana (KB) Semarang, melainkan hanya melakukan penataan.

“Mereka tidak kami gusur. Hanya kami pindahkan sementara ke sekitar Sekolah Menengah Negeri 7 Semarang untuk dilakukan penataan agar taman jadi lebih bagus. Hal ini sesuai dengan pertemuan dan sosialisasi yang telah dilakukan dua sampai tiga kali dengan para pedagang,” katanya.

Saat ini, sudah berlangsung renovasi Taman KB Semarang menjadi Taman Indonesia Kaya. Proses renovasi ini mengharuskan pedagang untuk pindah sementara karena akan dibangun shelter yang diperuntukkan bagi para pedagang.

Pihak Djarum Foundation menyebutkan bahwa pembangunan saat ini telah 50 persen selesai. “Rencananya taman tersebut akan selesai dan diresmikan pada HUT Kota Semarang yaitu bulan Mei, namun karena pertimbangan teknis, kami memutuskan untuk meresmikannya pasca pemilihan gubernur atau pasca lebaran,” lanjutnya.

Terkait demo yang sempat dilakukan oleh para pedagang, pihaknya menyebutkan bahwa ketua paguyuban pedagang telah mengakui kesalahan dan memohon maaf terkait cara komunikasi yang kurang tepat kepada pemerintah.

“Saya menyampaikan bahwa jangan khawatir terkait relokasi ini, kalaupun di Shelter Pandanaran 2 gak cukup, nanti akan ditempatkan di shelter sementara sambal menungg shelter yang permanen,” tegasnya.

Pihak Djrarum Foundation berharap masyarakat dapat terus mendukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. “Taman KB ini akan ditata lebih bagus. Harapannya, banyak orang yang datang dan nantinya yang untuk bukan Pak Hendi, melainkan para PKL,” katanya.

Pemanfaatan Taman Menteri Supeno ini akan menjadi taman budaya pertama di Jawa Tengah dengan konsep panggung luar ruangan. Tempat itu akan digunakan sebagai wadah ekspresi para seniman dan pekerja seni yang dapat dinikmati masyarakat Jawa Tengah secara gratis.

Baca Juga :   MK Tolak Partai Lokal Papua Jadi Peserta Pemilu

Taman Indonesia Kaya akan dibangun oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Semarang. Rencananya taman ini akan diresmikan bersamaan dengan ulang tahun Kota Semarang yang akan jatuh pada Mei 2018 yang akan datang.

Taman seluas 5.000 meter persegi ini akan memiliki sebuah panggung luar ruangan yang dapat digunakan para seniman sebagai wadah menampilkan karya mereka. Masyarakat dapat menikmati beragam seni budaya dari para seniman, khususnya Jawa Tengah yang akan ditampilkan satu kali dalam setiap bulan.

Hendrar mengungkapkan ruang publik seperti ini dibutuhkan, terutama bagi seniman dan komunitas kreatif agar dapat menciptakan ide-ide baru. “Kami sangat mendukung upaya apapun untuk mengembangkan seni budaya Jawa Tengah dan mendorong lebih banyak lagi orang-orang kreatif, khususnya generasi muda,” katanya. (viva.co.id)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Lakukan Optimalisasi Sistem Pelaporan dan Pembaruan Legalitas PPNS

Jakarta, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melalui Divisi Keimigrasian menunjukkan komitmen …

error: Content is protected !!