Tauhidil Muchlisin Terima Bantuan 750 Alquran & Juz Amma







Gadang H Hartawan menyerahkan bantuan Alquran. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Pondok Pesantren Tauhidil Muchlisin di Desa Sukapulih Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali mencetak alumni puluhan penghafal ayat Al-Quran dan generasi muda yang Islami.

Proses wisuda Tahfidzul Al-Quran siswa-siswi MTs Satu Atap angkatan VIII dan siswa-siswai MA angkatan V itu dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Tauhidil Muchlisin, kemarin siang. Pondok pesantren ini juga menggelar tasyakuran khitanan dua santrinya. Mereka yakni; Muhammad Yusuf Alfian dan Muhammad Zaim, keduanya merupakan putra pimpinan
Pondok Pesantren Tauhidil Muchlisin, KH Abah Yuristian Al Palimbani AHM SH. Selain orangtua santri, ratusan warga dan sejumlah ustadz, ustadzah serta Bupati OKI H Iskandar SE juga menghadiri acara tersebut.

Bupati didampingi sejumlah pejabat dijajaran Pemkab OKI seperti Asisten Sekda Drs H Antonius Leonardo MSi dan Azhar SE, Kadin PU dan Penataan Ruang, Ir HM Hafiz MM, Kadin Ketahanan Pangan, Tanaman dan Holtikultura, Syarifudin SP MSi, Kadin Pendidikan, H Masherdata Musa’i SH MSi, Kadin Perkebunan dan Peternakan, Aris Panani SP MSi.

Tamu istimewa lainnya yang juga hadir yakni; Manager PT OKI Pulp and Paper Mills, H Gadang Harto Hartawan. Mewakili perusahaan dirinya menyerahkan bantuan CSR berupa 500 Al-Quran dan 250 Juz Amma. Selain itu juga hadir anggota DPRD OKI dari PDIP dan Nasdem, Ketua Forppes Sumsel, Kasdim OKI, Kapolsek, camat dan seluruh Kades di Pedamaran.

Abah Yuristian menceritakan, pondok pesantren yang dipimpinnya kini telah berusia 11 tahun, semula pondok pesantren itu beratap daun ilalang dan berdinding bambu. Pihaknya telah mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Rincinya, santri yang diwisuda merupakan penghafal Al-Quran 30 juz, 10 juz, 6 juz, 5 juz, 4 juz dan 3 juz.

Baca Juga :   L3 Tahap I di OKI Hasilkan Rp 7,1 Milyar

Bupati OKI, H Iskandar SE mengatakan, Ponpes harus menjadi benteng pertahanan untuk mengembangkan aqidah, tumbuh menjadi insan yang berkualitas. “Perjalanan hidup pasti akan menghadapi pahit dan manis. Saat dapat manis jangan mudah untuk menelan, karena bisa saja menjadi penyakit. Jika dapat yang pahit, jangan mudah dimuntahkan atau dibuang karena bisa saja menjadi obat. Pahit dan manis harus jadi pembelajaran hidup, jalin ukhuwah Islamiah,”pesannya.

Perwakilan Kementerian Agama OKI, Muazni menambahkan, wisuda santri kemarin diharapkan menjadi amal jariyah bagi pimpinan PP karena telah menciptakan generasi yang islami dan Qurani. “Semga ini diikuti Ponpes lain agar tidak berhenti berjuang mengantarkan generasi muda yang islami qurani,” pintanya. (iso)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Usai Sholat Idul Adha, Masyarakat Desa Tambangan Mura Gelar Tradisi Sedekah Rame

Musi Rawas, KoranSN Masyarakat Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu Cecar, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan …

error: Content is protected !!