Tax Amnesty Diklaim Timbulkan Gairah Investasi



Kepala BP3MD Sumsel, Ruslan Bahri
Kepala BP3MD Sumsel, Ruslan Bahri

Palembang, KoranSN

Pemerintah pusat kini telah memberlakukan tax amnesty kepada seluruh penunggak pajak di Indonesia, agar uang yang saat ini berada diluar negeri dapat ditarik ke dalam negeri. Hal ini tentunya diklaim akan menimbulkan gairah investasi di Indonesia terutama di Sumsel.

Kepala Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Sumsel, Ruslan Bahri mengatakan, tax amnesty yang diberikan pemerintah ini sangat baik tentunya akan mempengaruhi investasi di Indonesia terutama di Sumsel. “Saya yakin dengan tax amnesty ini investasi dibeberapa daerah dapat meningkat,” katanya, Kamis (21/7/2016).

Dijelaskannya, ini dikarenakan para penunggak pajak di Indonesia berbondong-bondong ikut tax amnesty sehingga kedepannya dapat memaksimalkan pajak ke daerah serta para penunggak pajak pun bergairah untuk berinvestasi di Indonesia. “Kalau pajak mereka di ampuni otomatis mereka juga akan bersemangat berinvestasi di Indonesia terutama di Sumsel,” ujarnya.

Disinggung menurunnya perekonomian dunia, dirinya menambahkan, hal ini memang berpengaruh, meskipun begitu, para penunggak pajak tetao akan bersemangat dalam berinvestasi. “Apalagi saat ini di Sumsel tengah membangun KEK TAA serta JSC otomatis investor tertarik, sekarang saja sudah banyak investor ke Sumsel,” singkatnya.

Baca Juga :   Fachruzar SH Maju Caleg DPR RI Sumsel II

Dirinya juga menambahkan, sampai dengan bulan Juni, Pemprov Sumsel melalui BP3MD mengklaim bahwa perizinan yang tercatat di Sumsel meningkat dibandingkan tahun 2015 yang lalu. Dikatakannya, saat ini perizinan yang tercatat sampai dengan triwulan pertama yakni sebanyak 188 perizinan, sedangkan untuk tahun lalu sampai dengan triwulan ke empat atau akhir tahun hanya tercatat 280 perizinan. “Seandainya saja setiap triwulan itu perizinan yang masuk sekitar 188 perizinan, sedangkan dalam satu tahun ada empat triwulan, maka total perizinan yang masuk dalam setahun bisa 752, ini contoh liniernya saja,” katanya.

Pihaknya optimis bahwa sampai akhir tahun 2016 perizinan yang masuk akan maksimal terlebih lagi saat ini beberapa perizinan sudah diambil alih oleh Pemprov Sumsel seperti izin pertambangan, izin perikanan dan beberapa izin lainnya. Jadi setiap perpanjangan maupun pembuatan baru izin harus melalui BP3MD bukan lagi di kabupaten/kota.

Baca Juga :   Gubernur dan Pimpinan DPRD Sumsel Sepakati KUA dan PPAS APBD Sumsel Tahun 2019

“Ya, dari 188 perizinan yang tercatat ini ada pembuatan izin baru tapi ada juga yang hanya memperpanjang,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, untuk sektor perizinan yang paling minati mulai dari sektor perikanan, pertambangan, perkebunan dan beberapa sektor lainnya.  Untuk sektor perikanan sendiri itu dibagi menjadi dua yakni perikanan tanggap dan perikanan darat. Disinggung soal besaran investasi yang sudah tertanam di Sumsel, dirinya mengaku tidak terlalu ingat.

“Kami tidak terlalu ingat besarannya, nanti saja takut salah,” singkatnya. (wik)

Publisher : awik obsesi

Avatar

Lihat Juga

AHY Kecam Tindakan Anarkis Pasukan Bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa

Jakarta, KoranSN Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengecam keras tindakan anarkis pasukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.