Tekan Lonjakan Harga Sembago, PALI Bentuk TPID



Suasana Rapat TPID di aula kantor Bupati PALI. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Menghadapi harga sejumlah kebutuhan pokok yang terus melonjak memasuki minggu ke dua bulan ramadhan, pemerintah PALI, Rabu (7/6/2017) di aula kantor Bupati PALI bentuk Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekda PALI, Robby Kurniawan ini menekankan agar TPID mampu melakukan monitoring di seluruh pasar tradisional di Kabupaten PALI guna memantau serta mengambil tindakan untuk segera mengatasi permasalahan yang menyangkut soal ekonomi kerakyatan tersebut.

“TPID merupakan suatu organisasi Pemda untuk melakukan monitoring serta pengendalian harga komoditi strategis yang ada di kabupaten PALI. Tentunya, TPID dapat bekerja secara periodik dan profesional serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait,” ucap Sekda saat dibincangi SN di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Robby menilai biasanya menjelang hari raya idul fitri atau lebaran, sejumlah komoditi akan mengalami kenaikan harga.

“Kelaziman yang ada menjelang Hari Raya atau Lebaran sejumlah komoditi strategis mengalami kenaikan, untuk itu diperlukannya peran serta TPID dalam membuat langkah-langkah strategis untuk mengendalikan harga serra berkoordinasi ke stakeholder terkait,” sambung mantan Pjs. Bupati OKU Selatan.

Baca Juga :   Ridho : TK Percontohan Harus Unggul di Segala Bidang

Selain itu, dalam waktu dekat TPID akan segera turun ke lapangan untuk memantau sejumlah harga komoditi di pasar.

“Langkah kongkritnya, TPID akan turun dulu ke lapangan, untuk melakukan monitoring ke sejumlah pasar, kalau ditemukan harga yang sudah tidak wajar, maka TPID akan memberikan rekomendasi serta berkoordinasi dengan TPID provinsi. Tujuannya menyingkronkan harga dan kalaupun terjadi kelangkaan kita akan tetap berkoordinasi dengan TPID provinsi bagaimana solusi terbaik mengatasi masalah kelangkaan tersebut,” tambahnya.

Robby juga berpesan agar tidak terjadi penimbunan oleh distributor yang ada di PALI.

“Jangan sampai terjadi timbunan, untuk itu pihak kepolisian dapat menindak tegas jika sampai menemukan ada distributor yang nakal yang melakukan penimbunan terhadap komoditi strategis,” tutupnya.

Sementara itu, dalam penjelasannya dengan Sekda PALI Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten PALI Lihan Umar, SE mengaku sudah melakukan pemantauan ke sejumlah pasar setiap dua hari sekali.

Baca Juga :   Air Tak Mengalir, Warga Pendopo Ancam Demo PDAM Lematang Enim

“Dari hasil monitoring tim Disdagprin, tiga minggu terakhir sejumlah komoditi mengalami kenaikan berkisar antara 12 persen sampai dengan 17 persen. Antara lain, bawang putih, cabe merah, serta daging sapi,” tutur Lihan.

Ditambahkan oleh Agen Eleidi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten PALI bahwa dirinya memastikan ketersedian komoditas strategis dalam kondisi aman.

“Pihak kami telah mengamati kondisi pasar baik harga maupun ketersediaan, masih normal dan wajar. Tentang stok ketersediaan pangan, masih dalam tahap aman,” papar Agen.

Soal kenaikan harga, Agen menilai masih wajar, karena saat ini masyarakat sedang mengalami over konsumsi. “Over konsumsi, sehingga dimanfaatkan pedagang untuk menaiki harga,” tutupnya. (ans)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Karhutlah Sudah Mendekati Pemukiman, Polres OI Lakukan Pencegahan

Indralaya, KoranSN Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI) berturut-turut …