Terdakwa Dugaan Kredit Fiktif Dituntut 8 Tahun Penjara





Suasana Sidang Tuntutan Mantan Pimpinan Cabang BNI Lubuklinggau, terdakwa Ery Azhari secara virtual di Pengadilan Tindak Pidana ( Tipikor ) Palembang. (foto-rifat/koransn)

Lubuklinggau, KoranSN

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau (Kejari) Lubuklinggau, Abdul Halim menuntut Ery Azhari (53), mantan pimpinan cabang Bank BNI Lubuklinggau yang merupakan terdakwa kredit fiktif dengan hukuman pidana delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lubuklinggau, Yuriza Antoni kepada koranSN, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, tuntutan terdakwa tersebut telah dibacakan pihaknya selaku JPU saat persidangan virtual yang dipimpin Ketua Majelis Abu Hanifah di Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Palembang pada Senin lalu (31/8/2020).

Baca Juga :   Pelaku Curas Tak Berkutik Ditangkap Sat Reskrim Polres Lahat

“Sebagaimana diatur dalam dakwaan Pasal 2 Jo Pasal 18 Jo 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang tindak pidana korupsi, maka menuntut terdakwa dengan pidana selama delapan tahun penjara serta denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kasi Pidsus, pada sidang tersebut JPU menyebut berdasarkan keterangan saksi-saksi serta fakta persidangan, terdakwa sengaja melakukan pencairan kredit fiktif proyek jasa konstruksi pembuatan trafo di Kabupaten Musi Rawas Tahun Anggaran 2010, dengan nilai kredit yang dicairkan senilai Rp 1,25 miliar. (rif)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kontraktor Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Turap RS Kusta Jilid II Didakwa Pasal Berlapis

Palembang, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Selasa (27/9/2022) membacakan dakwaan terhadap pihak kontraktor, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!