Terdakwa Kasus Masjid Sriwijaya yang Alihkan Aset Pidananya Tambah Berat





Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH. (Foto-Dedy/KoranSN

Palembang, KoranSN

Kejati Sumsel melalui Kasi Penkum, Khaidirman SH MH, Minggu (21/11/2021) menegaskan, terdakwa dugaan korupsi Masjid Sriwijaya yang mengalihkan kepemilikan aset karena tidak ingin asetnya disita untuk membayar uang pengganti kerugian negara, tentunya akan tambah memperberat hukuman pidananya.

Dijelaskannya, sebab terdakwanya selain disangkakan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Korupsi, juga ada Pasal 18 tentang pengganti kerugian negara.

Baca Juga :   Kasus Suap, KPK Geledah Ruang Kerja Bupati dan Ketua DPRD Muba

“Penyitaan aset perintah undang-undang yang disampaikan melalui Majelis Hakim dalam putusannnya. Dari itulah jika terdakwanya mengalihkan kepemilikan aset, maka sanksi pidanannya menjadi semakin berat,” ungkapnya.

Menurut Khaidirman, terkait penyitaan aset tersebut undang-undang telah menyatakan jika setelah putusan inkracht atau memiliki kekuatan hukum tetap maka terdakwanya diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara dengan nominal yang telah ditetapkan Hakim. Apabila terdakwanya tidak sanggup membayar maka aset berupa harta benda akan disita oleh Jaksa, dan jika ternyata aset yang disita tidak menutupi jumlah uang pengganti tersebut maka ditambah hukuman pidana. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Demo Tolak UU Ciptaker, Simpang DPRD Sumsel Kembali Ditutup

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Terkait Perkara Masjid Sriwijaya, Cak Amir: Jangan Korupsi Uang Masjid Kasihan Masyarakat

Palembang, KoranSN Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel, KH Amiruddin Nahrawi yang akrab disapa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.