Terima 6 Kg Sabu dari Palembang, Oknum Sipir Lapas Jambi Ditangkap Polda Sumsel

Kapolda saat menginterogasi kedua tersangka. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Edimar alias Edi (54), oknum Sipir Lapas di Jambi ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel karena terlibat dalam penyelundupan dan pengedaran narkoba jenis sabu seberat 6 Kg.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Patimura Kelurahan Kemali Besar Kota Jambi ini, diringkus saat menerima paket sabu dari Palembang yang dibawa oleh tersangka Sukardiman (37), warga Jalan KH Tomo Kelurahan Tahyatul Rahman Kecamatan Pelayangan Jambi.

“Dalam kasus ini, sebelumnya Polda Sumsel menangkap tersangka Sukardiman di Palembang. Dari pemeriksaan diketahui jika 6 Kg sabu tersebut hendak diserahkan kepada tersangka Edimar alias Edi. Untuk itulah, anggota melakukan pengembangan sehingga tersangka Edimar alias Edi yang merupakan oknum Sipir Lapas di Jambi ditangkap saat sedang menerima sabu itu dari tersangka Sukardiman,” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (12/12/2018) saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel.

Baca Juga :   Mahasiswa Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Soekarno Hatta

Masih dikatakan Kapolda, berdasarkan keterangan kedua tersangka, baru pertama kali mereka melakukan penyelundupan sabu. Namun pihaknya tidak langsung mempercayainya. Sebab, polisi menilai jika tersangka Edimar alias Edi dan Sukardiman merupakan bandar yang diduga sering melakukan penyelundupan narkoba.

“Kedua tersangka ini bandar, dan kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lainnya yang belum tertangkap,” katanya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, penyelundupan sabu tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana (Napi) kasus narkoba di Lapas di Batam.

“Napi itu bernama Sendi alias Cak. Dari itulah dengan terungkapnya kasus ini maka kami masih melakukan pengembangan,” tutup Kapolda.

Sementara tersangka Edimar alias Edi mengakui, jika dirinya merupakan oknum PNS Sipir di Lapas yang berada di Jambi.

Baca Juga :   KPK Ingatkan Calon Kepala Daerah Tidak Gunakan Anggaran Negara

“Baru satu kali inilah saya melakukannya, peran saya hanya menerima 6 Kg sabu yang dibawa Sukardiman dari Palembang. Semua ini kami lakukan karena dijanjikan akan diupah oleh Napi di Batam, yakni Sendi alias Cak. Namun belum tahu berapa jumlah uang yang akan diberikan, sebab kami keburu tertangkap polisi. Sedangkan kalau Sendi alias Cak, dia merupakan teman saya. Tapi kini Sendi telah menjadi Napi di Batam,” ungkap tersangka. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Bupati Kutai Timur Nonaktif Ismunandar Segera Disidang

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan barang bukti dan lima tersangka dalam kasus suap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.