Terjerat Dugaan Korupsi Lift BPKAD, Oknum PNS Pemkot Palembang Segera Disidangkan

Lift yang berada di Kantor BPKAD Palembang. (Foto-Ferdinand/Dok/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Oknum PNS Pemkot Palembang berinisial ‘AR’ yang terjerat dalam dugaan korupsi pengadaan lift Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang tahun anggaran 2016 segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama, Kamis (1/11/2018) mengatakan, tersangka ‘AR’ segera disidangan di pengadilan karena saat ini pihaknya telah melimpahkan berkas perkara tersangka ke PN Tipikor Palembang. Bahkan dalam pelimpahan tersebut, pihaknya juga telah melimpahkan berkas perkara tersangka ‘MA’ selaku pihak rekanan.

“Berkas kedua tersangka telah kami limpahkan ke pengadilan, selanjutnya dalam waktu dekat tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ segera menjalani sidang dugaan korupsi pengadaan lift BPKAD Kota Palembang di PN Tipikor Palembang,” ungkapnya.

Masih dikatakan Andi, sedangkan untuk tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi tersebut, pihaknya masih menunggu hasil persidangan di pengadilan.

“Jadi untuk tersangka baru dalam dugaan kasus ini, kita lihat saja nanti berdasarkan fakta persidangan tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ di PN Tipikor Palembang,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Andi, terkait pelimpahan berkas perkara tersangka ‘AR’ yang merupakan oknum PNS Pemkot Palembang dan tersangka ‘MA’ ke pengadilan, lantaran sebelumnya berkas perkara sudah dinyatakan Jaksa Penuntut Umum, P21 (lengkap).

“Dari itulah hari ini berkas kedua tersangka kami limpahkan ke pengadilan. Selain melimpahkan berkas perkara, dalam pelimpahan ini kami juga menyerahkan surat dakwaan kedua tersangka,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama telah mengungkapkan, untuk tersangka baru dari Pejabat Pemkot Palembang dalam dugaan kasus ini kemungkinan ada. Akan tetapi, pihaknya masih menunggu hasil dari persidangan tersangka ‘AR’ dan ‘MA’.

“Dalam sidang nanti akan terungkap peran tersangka ‘AR’ dan ‘MA’, peran para saksi, termasuk peran Kepala BPKAD Palembang saat itu, serta peran panitia lelang dan penyedia pekerjaan pengadaan lift tersebut. Apabila dari peran mereka ini ditemukan bukti adanya keterlibatan maka akan dilakukan penyidikan guna dimintai pertangungjawaban secara hukum. Jadi, saya menilai jika dalam perkara ini untuk tersangka baru dari Pejabat Pemkot Palembang tidak menutup kemungkinan ada,” tegas Andi.

Baca Juga :   Mr X Ditemukan Warga Prajen

Diberitakan sebelumnya, dalam mengungkap dugaan kasus korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Palembang tersebut, Kejari Palembang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai dari tahap penyelidikan, penyidikan hingga tahap dua yakni penyerahan tersangka beserta barang dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut umum.

“Jadi untuk dugaan korupsi pengadaan lift BPKAD Palembang ini, kami selalu koordinasi dengan KPK. Bukan hanya itu, dalam tahap dua tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ yang dilakukan, kami dari Kejari Palembang juga berkonsultasi dengan KPK,” kata Kasi Pidsus, Andi Andri Utama saat melakukan tahap dua tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ di Kejari Palembang, Selasa lalu (18/9/2018).

Masih dikatakan Andi, dalam tahap dua tersangka tersebut memang pihaknya dari Kejari Palembang tidak melakukan penahanan terhadap kedua tersangka.

“Kedua tersangka tidak kami tahan, karena adanya pertimbangan yang mengacu kepada Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (4) huruf a dan b KUHAP. Dimana dalam pasal ini, penahanan baru dilakukan jika tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama. Dikarenakan ‘AR’ dan ‘MA’ kooperatif, tidak ditahan selama proses penyidikan, serta tersangka mengembalikan uang Rp 249 juta lebih dari kerugian negara Rp 310 juta. Untuk itulah dalam tahap kedua ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ tidak kami tahan,” jelasnya.

Baca Juga :   Berkas Tersangka 'JA' Masih Dilengkapi Polda Sumsel

Sekedar mengingatkan, adapun nilai proyek pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut, yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dari penyelidikan jaksa Kejari Palembang, dalam dugaan kasus ini ditemukan bukti dugaan pidana korupsi hingga negara mengalami kerugian Rp 310 juta, hingga jaksa menetapkan ‘AR’ dan ‘MA’ sebagai tersangka.

“Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini kami juga sudah memeriksa 32 saksi yang diantaranya; saksi dari Pejabat Pemkot Palembang. Bahkan sebelumnya, kami telah memeriksa kedua tersangka, dimana dalam pemeriksaan tersebut untuk tersangka ‘AR’ dicecar 33 pertanyaan terkait proses pengadaan lift di BPKAD Palembang. Hal ini dilakukan, karena ketika dugaan kasus ini terjadi ‘AR’ merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sehingga tersangka ‘AR’ jelas mengetahui proyek pengadaan lift tersebut,” tegas Andi.

Lanjut Andi, dalam dugaan kasus ini kedua tersangka dijerat Pasal Pasal 2 ayat (2) subsider Pasal 3 dan atau Pasal 9 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy sebelumnya mengungkapkan, terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang, ia berharap semoga dugaan kasus ini bisa segera cepat selesai.

“Intinya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kami dari Pemkot Palembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Amirrudin Sandy. (ded/den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pengelola Saham Jiwasraya Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup

Jakarta, KoranSN Pemilik Maxima Grup, Heru Hidayat divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi …