Terkait Ancaman Warga Tegal Binangun, Alex: Hati-Hati Ngomong!

Alex Noerdin. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Ancaman ribuan warga Tegal Binangun kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel jika wilayah Plaju Darat masuk dalam Kabupaten Banyuasin, maka stabilitas penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 mendatang akan terganggu, mendapat tanggapan keras dari Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Pelopor sekolah dan berobat gratis di Sumsel itu dengan tegas menjawab ancaman warga Tegal Binangun tersebut. “Itu hati-hati, omongan itu saja, itu pidana, hati-hati ngomong!,” tegas Alex ditemui usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (27/11/2017).

Menurut Alex, warga Tegal Binangun boleh saja memiliki keinginan, namun harus mengikuti aturan yang berlaku. “Memang Palembang itu butuh perluasan, tapi perluasan itu kan harus dirundingkan dan harus melalui persetujuan DPRD masing-masing ataupun kabupaten/kota masing-masing,” ungkap Alex.

Baca Juga :   Penanganan Covid-19 di Sumsel Belum On The Track

Alex mengimbau agar warga Tegal Binangun menyerahkan sepenuhnya persoalan mereka ke Pemerintah yang berwenang.

“Serahkan saja kepada pemerintah, apakah selama ini saya menelantarkan keinginan masyarakat,” tukasnya.
Alex mengatakan, saat ini pihaknya sedang meneliti dokumen kedua belah pihak, setelah itu selesai, ia akan mempertemukan kedua kepala daerah, untuk mencari penyelesaian masalah tersebut.

“Kita lagi meneliti dokumen, selesai itu saya panggil walikota dan bupati Banyuasin, setelah itu kita putuskan. Keputusan rapat itu harus diterima,” pungkasnya.

Terpisah, Walikota Palembang, H Harnojoyo mengatakan, pihaknya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang telah menyelesaikan detail engineering design (DED) terkait perluasan wilayah Kota Palembang kedepan.

Baca Juga :   Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ikuti Puncak Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Secara Daring

“Dari pusat juga kita sudah mendapat persetujuan perluasan wilayah dengan menarik wilayah sepanjang 7KM dan tinggal menunggu persetujuan dari DPRD,” jelas Harnojoyo.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan komunikasi bersama Bupati Banyuasin dan Bupati Ogan Ilir. Jadi, hasil pembicaraan tersebut, mereka tidak keberatan dengan adanya rencana Ibukota Provinsi apabila ingin meluaskan wilayah.

“Masyarakat harus sabar, kita sudah upayakan dengan membahas bersama Bupati Banyuasin dan Ogan Ilir, terkait rencana Ibukota Provinsi Sumsel, Kota Palembang yang ingin memperluas wilayahnya dan mereka tidak keberatan dengan rencana tersebut,” tandasnya. (awj/rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Kampanyekan Pembangunan Zona Integritas

Palembang, KoranSN Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Sumsel, Rahmi Widhiyanti yang mewakili Kakanwil Kemenkumham Sumsel …

error: Content is protected !!