Terkendala Air, Kebakaran Lahan Masih Terjadi di OKI







Helikopter BPBD Sumsel saat akan melakukan water bombing memadamkan Karhutlah dari udara. (foto-ist/BPBD Sumsel/humas kodam)

Palembang, KoranSN

Musim kemarau yang saat ini terjadi membuat Satgas darat penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (Karhutlah) Sumsel kesulitan mencari air untuk memadamkan api di lahan yang terbakar.

Demikian diungkapkan Komandan Satgas Karhutla Sumsel yang juga Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo, Kolonel Inf Iman Budiman usai menghadiri Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata 2018 di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu (19/9/2018).

Menurutnya, meskipun kesulitan air untuk memadamkan api namun hingga kini Satgas darat terus bekerja keras siang dan malam melakukan operasi pemadaman api di lahan-lahan yang terbakar, serta melakukan pencegahan terjadinya Karhutlah.

“Kesulitan air di musim kemarau tentunya menjadi tantangan bagi kami. Walaupun demikian, kami masih memiliki Satgas udara yang melakukan water bombing menggunakan helikopter. Bahkan untuk Satgas udara tersebut, saat ini kami mendapatkan bantuan 3 unit helikopter dari perusahaan Sinar Mas. Dengan adanya bantuan tersebut maka jumlah armada helikopter yang melakukan water bombing dari udara kini berjumlah 11 unit,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Danrem, yang menjadi tantangan pihaknya memadamkan Karhutlah saat ini yakni adanya budaya masyarakat di OKI, OI dan Banyuasin yang membuka sawah tadah hujan dengan cara membakar lahan. Hal ini dikarenakan diprediksi awal musim penghujan akan tiba pada Oktober 2018 nanti.

Baca Juga :   Walaupun Direhab Proses Hukum Oknum Anggota DPRD Musirawas Pesta Sabu Tetap Berlanjut

“Untuk itu masyarakat saat ini menyiapkan sawah-sawah dan lahan mereka untuk menanam dengan cara membakar, dan ini sudah menjadi budaya masyarakat. Dari itulah selain memadamkan api di lahan yang terbakar, kami Satgas Karhutlah juga selalu memberikan himbauan kepada warga agar tidak membuka sawah dengan cara dibakar,” ujarnya.

Lanjut Danrem, Satgas Karhutlah yang terdiri dari; personel TNI, kepolisian, Tim Gakkum Karhutlah dan instansi terkait hingga saat ini masih berada di lapangan guna melakukan pemadaman api dan juga melakukan antisipasi agar kedepan tidak terjadi lagi Karhutlah.

“Seperti hari ini (kemarin) di OKI masih terjadi kebakaran. Adapun lokasinya yakni; di Tulung Selapan, Cengal dan Masuji. Kebakaran ini terjadi karena warga membuka sawah. Namun untuk titik api tersebut semuanya sudah kami kendalikan dengan melakukan pemadaman. Dengan masih adanya Karhutlah di Sumsel, kedepan kita berharap hujan segera turun, sehingga tidak ada lagi titik api yang diakibatkan kebakaran lahan dan hutan,” tutupnya.

Baca Juga :   Sadis! Akbar Otak Pembunuhan Driver Taksi Online Akui Sofyan Teriak Ampun Saat Dieksekusi

Sementara Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dalam proses penegakan hukum kasus Karhutlah dirinya telah memerintahan Kapolres yang wilayahnya terjadi Karhutlah untuk memasang garis polisi di lokasi lahan yang terbakar. Hal ini dilakukan untuk kepentingan penyelidikan guna mencari pelakunya.

“Memang saya sadari tidak gampang untuk mencari pelakunya, sebab harus melalui proses penyelidikan. Meskipun demikian kami terus melakukan uapaya untuk mengungkapnya. Seperti saat ini, sudah ada dua perusahaan di OKI dan Muba yang kami selidiki terkait kasus Karhutla, selain itu ada juga tiga kasus perorangan yang masih diselidiki,” ujarnya.

Menurut Kapolda, terkait masih adanya kebakaran lahan di OKI dan OI membuat dirinya marah kepada Kapolres di kedua kabupaten tersebut. Selain itu, dirinya juga mengingatkan kepada Kapolres tentang sanksi dari Presiden RI.

“Adapun saksi Presiden tersebut yakni; mencopot Kapolda, Kapolres dan Kapolresta yang tidak dapat melakukan penanggulangan Karhutlah dengan baik. Jadi, sebelum Kapolda dicopot maka saya akan copot dulu Kapolres nya,” tandas Kapolda. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Menko Polhukam Pastikan Kompolnas Turun Langsung Awasi Kasus Vina

Jakarta, KoranSN Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Hadi Tjahjanto memastikan …

error: Content is protected !!