Terkesan Diam-Diam, Pemilihan BGP 2016 Sudah Semifinal

Para peserta BGP ketika mengikuti penyeleksian tahap semifinal. (foto/Anasrul)
Para peserta BGP ketika mengikuti penyeleksian tahap semifinal. (foto/Anasrul)

PALI, KoranSN

Pemilihan Bujang Gadis PALI (BGP) tahun 2016 sudah memasuki tahap semifinal, Sabtu (23/7/2016) bertempat di Gedung Pesos Komperta Pendopo Kabupaten PALI.

Pantauan media ini, penyeleksian semi final BGP 2016 terkesan dilakukan diam-diam, karena sosialisasi yang minim. Tahap seleksi berlangsung hingga malam hari di SMP YKPP Pendopo.

Penyeleksian yang diklaim minim sosialisasi ini, sangat disayangkan oleh tokoh masyarakat setempat. Salah satunya, Dede.

“Tiba-tiba sudah tahap semifinal, kapan penyeleksian tingkat kecamatan. Kami hanya menyayangkan kurang sosialisasi BGP ini. Padahal kan anggaran cukup besar, dengar-dengar sampai Rp 400 miliar lebih. Tapi sayangnya tidak diimbangi sosialisasi ke masyarakat. Seperti tidak adanya publikasi di media cetak atau juga elektronik, tidak ada baliho-baliho atau selebaran-selebaran yang disebar, inikan jadinya kurang meriah,” kata Dede kepada SN, Minggu (24/7/2016).

Baca Juga :   MTSN 1 Empat Lawang Kurban 2 Sapi

Dari 81 peserta yang ikut pemilihan BGP 2016, sebanyak 63 peserta lolos dari tingkat kecamatan masing-masing. Kemudian, pada tahap semifinal kemarin, sebanyak 26 peserta yang lulus.

Ke-26 peserta tersebut terdiri atas 13 peserta laki-laki dan 13 peserta wanita untuk diikutkan pada karantina pada 28 Juli sampai 30 Juli 2016, dan pada tanggal 31 Juli 2016 dilaksanakan grand final.

Menanggapi kritikan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten PALI selaku penyelenggara kegiatan BGP 2016 membantah jika pihaknya kurang sosialisasi. Melalui Kabid Kebudayaan, Haris Munandar menuturkan jika pihaknya sudah maksimal dalam melakukan sosialisasi BGP 2016.

“Kami sudah lakukan sosialisasi lewat media sosial seperti facebook, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, kami juga sudah membagikan spanduk dan selebaran-selebaran ke kantor-kantor camat dan sekolah-sekolah. Mungkin saja, masyarakat yang kurang peduli dan perhatian kepada kegiatan ini. Jadi menganggap kami yang kurang sosialisasi,” ungkap Haris Munandar ketika dihubungi SN, Minggu (24/7/2016).

Baca Juga :   Pemkab OKI Cari Pejabat Unggul

Lebih lanjut, Haris mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan BGP 2016 sejak bulan Mei lalu.

“Kami sudah mempersiapkan kegiatan rutin ini sejak Mei 2016 lalu. Kemudian, tahap penyeleksian di tingkat kecamatan baru bisa dilakukan pasca Hari Raya Idul Fitri kemarin. Dan kami rasa pro dan kontra seperti itu hal yang biasa seperti tahun kemarin, kami nanggapinya positif saja,” kata Haris. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Menunggu Transparansi Dana Covid-19 Kabupaten Lahat

PENGELOLAAN dana Covid-19 yang selama ini sudah berjalan, dirasa masih belum memberikan informasi secara terbuka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.