Terobosan Baru Dalam Belajar Bahasa Inggris





Suasana belajar mengajar di Global English Language Center (GELC).(foto-istimewa)

Di era globalisasi seperti ini, kemampuan berbahasa asing menjadi kebutuhan utama, karena bahasa asing merupakan satu2nya jembatan bagi terciptanya hubungan antar bangsa baik itu di bidang politik, budaya, maupun bisnis. Bukan hanya menguasai bahasa Inggris, bila perlu bahasa asing lainya macam Mandarin, Jerman dan Rusia juga dipelajari. Akan tetapi dikarenakan kesulitan yg dihadapi dlm proses belajar itulah maka sebaiknya kuasai terlebih dahulu bahasa asing yang paling banyak dipakai dalam pergaulan internasional, yakni bahasa Inggris.

Mengikuti pelajaran yang diadakan lembaga kursus bahasa adalah salah satu cara untuk mempelajari dasar-dasar dan tata bahasa dari bahasa asing yang ingin dikuasai. Akan tetapi terkadang di lembaga tersebut kita hanya difokuskan belajar menulis untuk menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan grammar, sehingga setelah selesai kursus kemampuan komunikasi tetap mentok segitu-gitu saja. Padahal perkembangan pengajaran bahasa dewasa ini menunjukkan perubahan yang sangat signifikan, sekarang lebih mengarah kepada fungsi dasar bahasa itu sendiri sebagai salah-satu alat komunikasi, khususnya oral communication.

Jika Anda hanya mengkhususkan diri belajar dasar-dasar tata bahasa saja, maka sampai kapan pun juga Anda tidak akan mampu mempergunakan bahasa tersebut untuk berkomunikasi, karena itu Anda harus mempraktekkannya bersama orang atau kalangan yang menggunakan bahasa tersebut dlm percakapan sehari-hari.

Bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa asing adalah salah satu cara untuk memacu rasa percaya diri dan membiasakan lidah melafalkan bahasa tersebut dalam keseharian. Akan lebih baik lagi bila Anda memiliki partner untuk bercakap-cakap. Secanggih apapun Anda berbahasa asing, bila bahasa tersebut tidak digunakan dalam waktu yang lama, ada kemungkinan kemampuan Anda berbahasa hilang.

Menonton film tanpa membaca terjemahannya juga bisa membuat Anda memahami makna dan lebih menguasai kosa kata. Tentunya menonton film jauh lebih mengasyikkan daripada bolak balik buka kamus bukan? Selain itu, melalui film Anda juga bisa mempelajari bahasa slank yang berlaku di negara asalnya.

Baca Juga :   Walikota Bupati Diminta Paham Regulasi Pengelolaan Keuangan Daerah, HD: APBD Fokus Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Sementara untuk membiasakan diri menuliskan kata-kata dalam bahasa asing secara baik dan benar, carilah teman dari Negara tersebut untuk chatting. Mintalah ia mengoreksi jika ada tata bahasa yang salah.

Dengan terbiasa menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, niscaya kemampuan berbahasa asing akan semakin meningkat dan dan lidah Anda pun kian fasih dalam bertutur kata.

Belajar Bahasa Asing secara Menyenangkan.

Ada berbagai faktor yang bias mempengaruhi dalam meningkatkan kemampuan berbahasanya. Seperti ruangan kelas yang kondusif dan nyaman dengan jumlah siswa yang kecil dan metode pengajaran yang menyenangkan. Dengan metode ini, siswa terhindar dari rasa bosan dan bahkan bias belajar tanpa perasaan terpaksa.

Strategi itulah yang ditempuh Global English Language Center (GELC). Lembaga bahasa Inggris ini berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dengan menerapkan konsep aktivitas sosial yang akrab dengan lifestyle. Setiap hari pihak managemen sudah menjadwalkan kegiatan yang seru dan mengasyikkan. Mereka mengadakan lomba debat, daily meeting, games, band competition, hingga cooking class.

“Kami ingin buktikan bahwa belajar bahasa Inggris dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan/fun, lewat metode ini mereka diajak speaking English tanpa mereka sadar bahwa mereka sedang belajar. Jadi kami ingin mereka merasa ini bukan tempat belajar tapi merupakan club house dan bagi yang ingin bergabung bisa menjadi anggota/member untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas exclusive seperti halnya di perkumpulan-perkumpulan bergengsi lainnya,” papar Customer Service GELC Susan Meyranti yang akrab dipanggil Miss Meymey ini.

Salah seorang siswi GELC Wulan Rahayu setuju dengan pendapat Miss Meymey. Wulan yang sudah bergabungdi GELC sejak tahun lalu ini tidak pernah absent dan selalu mengikuti setiap acara tahunan yang diselenggarakan GELC, diantaranya Valentine’s Day, Kartini’s Day dan Independence Day.

ementara itu setiap hari selalu menyempatkan diri untuk datang dan mengikuti kegiatan outside class yang diadakan di Global mulai dari pagi hingga sore hari, diantaranya Daily Meeting, Modul Class, Gazebo Class, Grammar Class dll. Atau menikmati secangkir kopi hangat di pinggir kolam renang sambil ngobrol bahasa Inggris dan berinternet ria, karena Global juga menyediakan layanan hotspot gratis. Bahkan, dirinya mengaku justru lebih percaya diri untuk mempraktekkan bahasa Inggisnya lewat kegiatan semacam ini.

Baca Juga :   Fakta Desak Kerjasama Kemenristekdikti-Industri Tembakau Dibatalkan

“Sekarang di mana pun ada orang bule enggak pernah takut lagi untuk ngajak ngobrol duluan, tidak seperti dulu,” kata wanita berusia 23 tahun ini.

Hal senada dirasakan oleh Cindy Desviena. Menurutnya, belajar di dalam kelas cendrung monoton dan membuatnya tidak percaya diri untuk berbahasa Inggris. Berbeda dari metode pembelajaran blended learning yang diterapkan di Global.

Siswa lain, yaitu Kevin Fernando, menilai metode semacam ini merupakan hal baru, namun cukup memuaskan. Buktinya walau baru bergabung sejak dua bulan lalu, Kevin yang berprofesi sebagai wirausahawan importing ini sudah lancar berbicara bahasa Inggris dengan berbagai kliennya yang orang asing dengan bermacam aksen.

“Setiap mau ngomong langsung spontan seperti sudah ada dalam memori, dan enggak perlu mikir dengan bahasa Indonesia dulu,” ungkap siswa level 3 (English Conversation) ini. Di samping itu, kehadiran 2 pengajar sekaligus dlm satu kelas juga mempengaruhi siswa untuk lebih aktif menggunakan kemampuan berbahasa yang dimiliki.

Sebab dengan komposisi 12 murid yang diajar oleh 2 guru secara langsung di dlm kelas, mau tidak mau siswa pun harus mengerahkan kemampuan bahasa mereka. Hal ini juga yang membuat Muhammad Andi memilih mengambil kursus di sini.

“Dengan adanya dua guru sekaligus dlm satu kelas, saya menjadi lebih cepat belajar berbicara. Walaupun masih banyak salah, tapi saya tetap pede ngomong,” kata karyawan swasta ini. Andi mengaku hendak mengambil beasiswa Strata 2 ke Singapura.(**)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

HD Apresiasi Inisiatif Masyarakat Desa Merah Mata Kembangkan Komoditi Laos

Banyuasin, KoranSN Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengapresiasi langkah masyarakat Desa Merah Mata Kecamatan Banyuasin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!