Teror Penembakan! Irene Camelyn Segera Diperiksa Polisi



Petugas Labfor Polda Sumsel sedang melakukan oleh TKP di halaman Disbudpar Sumsel, hingga didapati tiga buah gotri (peluru bulat) senjata airsoft gun.
Petugas Labfor Polda Sumsel sedang melakukan oleh TKP di halaman Disbudpar Sumsel, hingga didapati tiga buah gotri (peluru bulat) senjata airsoft gun. foto-dedy suhendra

Palembang, SN
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede Selasa (6/10) mengatakan, aparat kepolisian Polresta Palembang segera memeriksa Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel, Irene Camelyn Sinaga terkait aksi penembakan di gedung kantor Disbudpar Sumsel.

“Kepala Dinas Disbudpar Sumsel nanti akan kita periksa menjadi saksi. Kalau saat ini Kepala Dinasnya sedang di Jakarta tapi secepatnya pemeriksaan dilakukan. Sedangkan untuk saksi yang telah diperiksa baru sembilan saksi, semua berasal dari staf PNS Disbudpar Sumsel,” katanya.

Sementara pantauan di lapangan, sekitar pukul 08.30 WIB, penyidik bersama tim Labfor Polda Sumsel melakukan olah TKP, serta menyisir lokasi penembakan untuk mencari barang bukti.

Dalam penyisiran tersebut, penyidik mendapati tiga buah gotri (peluru bulat) senjata airsoft gun berwarna kuning tembaga,
yang ditemukan polisi di luar gedung Disbudpar Sumsel.

Tiga buah gotri tersebut ditemukan di lokasi berbeda dengan jarak masing-masing sekitar dua meter yakni, di depan gedung persis di bawah ruangan rapat yang kacanya menjadi sasaran penembakan, di samping gedung hingga di dekat pos satpam.

Baca Juga :   Mobil Inova Hantam Toko Servis Komputer

Terkait ditemukannya gotri di lokasi kejadian tersebut,
Kompol Maruly Pardede menduga aksi penembakan tersebut pelaku menggunakan senjata airsoft gun.

Namun, ia belum dapat mengungkapkan motif pelaku penembakan lantaran pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Apakah penembakan dilakukan dari luar gedung atau dari
dalam ruangan kita belum mengetahuinya. Tapi segala kemungkinan bisa saja terjadi, yang jelas kita terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Selain itu, kita juga masih menunggu hasil labfor dari barang bukti yang didapatkan dari lokasi kejadian, hasilnya sekitar dua minggu kedepan baru keluar,” ujarnya di lokasi kejadian.

Ditempat terpisah Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Sumarso mengungkapkan, untuk mengungkap kasus penambakan tersebut, saat ini Polda Sumsel telah menurunkan tim dari Subdit III Ditreskrimum melakukan penyelidikan bersama dengan penyidik Sat Reskrim Polresta Palembang.

“Saat kejadian, di ruang rapat tersebut kan sedang ada rapat dan dipimpin oleh Kepala Dinas. Usai kejadian, Kepala Dinas langsung pergi ke Jakarta. Dari itulah, setelah Kepala Dinas Disbudpar Sumsel pulang dari Jakarta, kita akan melakukan pemeriksaan kepadanya,” ungkap Perwira Melati Tiga ini.

Baca Juga :   Usai Dilantik, Cawabup Johan Anuar Langsung Nonaktif

Disinggung tiga buah gotri senjata airsoft gun yang ditemukan di halaman luar gedung, apakah penembakan tersebut dilakukan dari luar gedung atau dari dalam gedung. Dikatakan Sumarso, untuk kepastiannya pihaknya masih menunggu hasil dari labfor Polda Sumsel.

“Kita tunggu hasil dari labfor dulu untuk mengetahuinya. Kalau untuk motifnya masih didalami dengan penyelidikan,” tutupnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova, membenarkan temuan tiga buah gotri peluru dari senjata airsoft gun di lokasi kejadian.

“Ya benar hari ini penyidik bersama Labfor Polda Sumsel kembali melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Hasilnya, ditemukanlah barang bukti yang diduga tiga buah gotri senjata airsoft gun di lokasi. Kini barang bukti tersebut sedang diperiksa di labfor untuk kepentingan penyelidikan,” tandasnya.

Diketahui, aksi teror penembakan gedung Disbudpar Sumsel di Jalan Demang Lebar Daun Kav IX Palembang terjadi, Senin sore (5/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

Pelaku meletuskan senjata api hingga mengenai kaca jendela ruang rapat yang saat kejadian, dipergunakan untuk rapat membahas pengaruh dan pertumbuhan hotel di Sumsel khususnya di Kota Palembang.

Rapat tersebut dipimpin Kepala Dinas Disbudpar Sumsel Irene Camelyn Sinaga, dan dihadiri staff pegawai Disbudpar Sumsel serta Persatuan Hotel dan Restourant (PHRI) Sumsel. (ded)







Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Delapan Saksi Dipanggil Kejari Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah PMI, Salah Satunya Fitrianti Agustinda Mantan Wawako Palembang

Palembang, KoranSN Kejari Palembang, Rabu (17/7/2024) memanggil delapan saksi untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!