Tersangka Pembunuhan Sadis Inah Antimurti Terancam Hukuman Mati

Kelima tersangka pembunuh pemerkosa dan pembakar jenazah Inah Antimurti saat mengikuti rekontruksi pembunuhan di Mapolda Sumsel, Senin (28/1). (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani, Selasa (29/1) menngungkapkan, dari lima tersangka kasus pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran korban Inah Antimurti (21), tiga pelaku diantaranya terancam hukuman mati.

Menurut Yustan, ketiga tersangka yang terancam dipidana mati tersebut yakni; tersangka Asri Marli (32) yang merupakan otak dalam kasus pembunuhan korban, tersangka Abdul Malik alias Tete (21) dan Feriyanto alias Feri Bisu (25).

“Sedangkan untuk dua tersangka lainnya yang dibawah umur, yakni tersangka ‘FB’ (16) dan ‘DP’ (16), kita serahkan kepada proses hukum persidangan anak. Jadi hanya tersangka Asri Marli, Abdul Malik alias Tete dan Feriyanto alias Feri Bisu yang dalam kasus ini terancam pidana hukuman mati, atau paling tidak seumur hidup,” tegas Yustan.

Diungkapkannya, pidana mati atau penjara seumur hidup sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan para tersangka yang telah merencanakan pembunuhan sadis terhadap korban Inah Antimurti.

“Adapun pasal yang kami terapkan kepada para tersangka yakni Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana,” ujarnya.

Masih dikatakan Yustan, diketahuinya pembunuhan korban telah direncanakan para pelaku berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, serta dari keterangan kelima tersangka saat dilakukan pemeriksaan.

“Perancanaan pembunuhan korban ini bermula saat korban cekcok mulut dengan tersangka Asri tentang hutang, ketika korban datang ke kontrakan Asri. Dimana pertemuan itu terjadi sore hari atau sekitar pukul 16.00 WIB. Usai cekcok mulut kemudian Asri meminta korban menunggu di kontrakan tersangka, lalu tersangka pergi menemui pelaku Abdul Malik alias Tete, Feriyanto alias Feri Bisu, ‘FB’ dan ‘DP’,” ungkapnya.

Lanjut Yustan, setelah kelima tersangka bertemu kemudian para tersangka mengkonsumsi sabu di lokasi yang tak jauh dari kontrakan milik pelaku Asri. Setelah itu, barulah pelaku Asri mengajak pelaku lainnya untuk membunuh korban yang saat itu korban masih berada di dalam kontrakan tersangka Asri.

“Saat pelaku Asri ini mengajak membunuh korban, pelaku lainnya mau ikut melakukannya. Untuk itulah ini sudah direncanakan. Bahkan ketika para tersangka datang berkumpul di kontrakan Asri, atau sebelum pembunuhan dan pemerkosaan korban dilakukan, kelima tersangka ini kembali mengkonsumsi sabu. Setelah itu barulah tersangka Asri membagi peran untuk pelaku lainnya,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, dengan telah tertangkapnya kelima tersangka maka langkah yang dilakukan oleh pihaknya saat ini, yakni melengkapi berkas perkara agar para tersangka dapat dengan segera dilimpahkan ke jaksa untuk disidangkan di pengadilan.

“Secepatnya berkas perkara tersangka kita lengkapi sehingga kelima tersangka tersebut dapat disidangan,” tutupnya.

Diketahui, kasus ini terungkap dari penemuan jenazah Mrs X yang hangus terbakar, Minggu lalu (20/1) di halaman kawasan UPT II Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rambutan Indralaya Utara. Saat ditemukan jenazah korban hangus terbakar di atas spring bed yang tampak juga usai dibakar.

Dari hasil penyelidikan kasus tersebut, Rabu (23/1) Polda Sumsel berhasil mengungkap indentitas korban, yakni Inah Antimurti, janda anak satu yang merupakan warga Desa Pedataran Kecamatan Gelumbang Muara Enim. Selain itu, polisi juga berhasil menangkap empat tersangka dari lima pelaku mereka yakni; Abdul Malik alias Tete, Feriyanto, ‘FB’ dan ‘DP’, yang keempatnya merupakan warga Desa Talang Taling Kecamatan Gelumbang Muara Enim.

Baca Juga :   Dimarahi Nyabu, Adrian Ngamuk Rusak Rumah Hingga Ancam Bunuh Ayah

Sementara untuk tersangka Asri, Jumat malam (25/1) pukul 21.30 WIB menyerahkan diri kepihak kepolisian setelah tersangka dijemput oleh petugas kepolisian di kediaman keluarganya di kawasan Kemang Agung Kertapati Palembang.

Diberitakan sebelumnya, dalam rekonstruksi kasus pembunuhan sadis korban yang digelar Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin kemarin (28/1) terungkap jika para tersangka membunuh korban secara sadis. Hal ini terlihat dari 23 adegan yang langsung dipergakan oleh kelima tersangka.

Dimana pada adegan ke-1 rekonstruksi, tampak pembunuhan korban bermula saat korban Inah Antimurti mengendarai sepeda motor matic datang menemui tersangka Asri di kontrakannya, Sabtu 19 Januari 2019 sekitar pukul 16.00 WIB untuk meminta Narkoba jenis sabu.

Disela-sela adegan rekonstruksi tersebut, pelaku Asri mengungkapkan, jika kedatangan korbanmenemuinya untuk meminta sabu. Namun karena korban memiliki hutang Narkoba kepadanya makanya dirinya tidak memberikan sabu tersebut. Akibatnya antara dirinya dan korban terlibat cekcok mulut hingga membuatnya sakit hati.

“Korban datang meminta sabu kepada saya. Kemudian saya katakan bayar dulu hutang Narkoba yang belum dibayar. Mendengar perkataan saya itu, korban tidak mau membayar hutangnya. Bahkan korban marah-marah dan ngomel hingga saya tujuk wajahnya sembari berkata tunggu di dalam kamar akan saya carikan dulu sabu yang kamu minta,” ungkap Asri sembari memperagakan adegan awal mula pembunuhan korban terjadi.

Kemudian pada adegan ke-2, tersangka Asri keluar dari kontrakannya sedangkan korban Inah dimintanya menunggu di dalam kamar kontrakan. Lalu disaat berjalan keluar kontrakan, Asri menelphone tersangka Abdul Malik alias Tete untuk mengajak bertemu.

“Kumpulkan kawan-kawan yang lain, kita bertemu di depan sekolah dekat kontrakan saya,” ujar Asri memperagakan adegan menelphone tersangka Abdul Malik.

Lalu di adegan ke-3, sekitar pukul 22.00 WIB tersangka Asri bertemu dengan tersangka Abdul Malik, Feriyanto alias Feri Bisu, ‘FB’ dan ‘DP’ di depan sekolah yang lokasinya tak jauh dari kontrakan Asri. Ketika bertemu awalnya para tersangka bersama-sama mengkonsumsi sabu. Setelah itu, barulah Asri menyampaikan jika dirinya akan membunuh korban Inah.

“Ado lokak malam ini, aku nak bunuh wong jadi rewangi aku,” kata Asri dalam rekonstruksi tersebut.

Setelah itu para tersangka menuju kontrakan Asri dan tampak dalam adegan ke-4, para tersangka kembali mengkonsumsi sabu. Setelah itu, barulah pelaku Asri menyampaikan kepada pelaku lainnya jika korban yang akan dibunuh sedang berada di dalam kamar kontrakannya.

“Yang mau kita bunuh ada di dalam kamar, Andul Malik ikut saya ke kamar. Kemudian Feri Bisu, ‘FB’ dan ‘DP’ tunggu di luar kamar,” ungkap Asri membagi peran pelaku lainnya.

Pada adegan ke-5 dan ke-6, korban terlihat sedang tertidur di kamar kontrakan Asri. Saat itulah Asri langsung mendekati korban dan memperkosannya. Lalu di adegan ke-7, korban berontak dan berteriak hingga pada adegan ke-8 tersangka Asri memerintahkan tersangka Abdul Malik membekab mulut korban dengan tangan. Selain itu Asri juga memanggil tiga pelaku lainnya untuk membantu memegangi korban.

Baca Juga :   Pengunjung Ditodong di Toilet Diskotik

“Korban berontak hingga saya memanggil Feri Bisu, ‘FB’ dan ‘DP’ untuk memegangi tangan dan kaki korban saat saya memperkosanya,” katanya.

Dikarenakan korban terus berontak hingga membuat tersangka Asri mengambil kayu balok dan memukul kepala korban. Kejadian ini diperagakan Asri diadegan ke-9.

“Tiga kali saya memukul kepala korban menggunakan kayu tersebut,” ungkap Asri.

Sementara di adegan ke-10 dan ke- 11, usai kepala korban dipukuli kayu oleh Asri, selanjutnya tersangka Abdul Malik memperkosa korban yang saat itu, korban sudah tidak sadarkan diri.

“Satu kali saya memperkosa korban, saya melakukannya setelah Asri. Usai memperkosa kemudian saya diperintah oleh Asri mengambil karung dan kawat yang ada di belakang kontrakan, sedangkan ‘DP’ disuruh Asri membeli bensin eceran,” ujar tersangka Abdul Malik alias Tete.

Tampak pada adegan ke-13, tersangka Asri memperagakan saat dirinya memasukan jenazah korban ke dalam karung dengan cara melilitkan kawat di leher korban, yang kemudian kawat itu diikatkan ke kaki korban. Sehingga jenazah korban menekuk saat di dalam karung.

Sedangkan di adegan ke-15, 16 dan ke-17, para tersangka memperagakan adegan mengangkut jenazah korban dan kasur spring bed ke bak mobil pikc-up milik Asri. Lalu diadegan ke-18 para tersangka membawa jenazah dengan mengendarai mobil tersebut. Kemudian di tengah perjalanan, tersangka Abdul Malik, ‘FB’ dan ‘DP’ turun dari mobil, sedangkan pelaku Asri dan Feri Bisu menuju Indralaya Utara untuk membuang jenazah korban.

Terlihat di adegan ke-19 dan ke-20, tersangka Asri dan Feri Bisu tiba di TKP pembuangan jenazah korban. Kemudian keduanya menurunkan karung berisi jenazah korban dan spring bed yang berada di bak mobil lalu pelaku membakar korban.

Dikatakan tersangka Asri, jika dirinya yang berperan menyiramkan bensin dan membakar jenazah korban.

“Saya menyuruh Feri Bisu namun dia tidak mau melakukannya hingga saya yang menyiramkan bensin dan membakar korban. Setelah itu, kami kembali ke Gelumbang Muara Enim,” jelasnya.

Lalu pada adegan ke-21 dan ke-22, seusai membakar jenazah korban dan tiba di Gelumbang Muara Enim, tersangka Asri kembali mengumpulkan pelaku Abdul Malik, Feri Bisu, ‘FB’ dan ‘DP’ di kontarakannya. Saat itulah Asri memerintahkan kepada para tersangka untuk tidak bercerita kepada orang lain terkait pembunuhan yang telah dilakukan kepada korban Inah.

“Kamu diam-diam, jangan ngomong kepada siapapun kejadian malam ini,” tegas Asri memperagakan adegan usai membunuh dan membakar korban.

Sedangkan di adegan selanjutnya, yakni adegan ke-23, para tersangka membubarkan diri pulang ke rumah mereka masing-masing. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Polres Solok Tangkap Empat Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Solok, KoranSN Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota menangkap empat pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.