Tidak Layak Dikonsumsi, Penyelidikan Dugaan Raskin Oplosan di Lahat Naik ke Penyidikan







Kapolda Sumsel saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Sumsel. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Jumat (11/8/2017) menaikan status penyelidikan dugaan oplosan beras rumah tangga miskin (Raskin) atau yang kini dikenal dengan beras keluarga pra sejahtera (Rastra) menjadi penyidikan.

Naiknya status tersebut setelah uji laboratorium (lab) ditiga lokasi yang menguji kelayakan mutu beras dugaan oplosan tersebut keluar dengan hasil, dibawah standar mutu yang paling rendah serta tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat.

“Jadi dari hasil uji ketiga lab yakni; Laboratorium Polda Sumsel, Laboratorium Dinas Pertanian Sumsel dan Laboratorium Balai Benih Penelitian Padi Kementrian Pertanian di Subang Jawa Barat, diketahui beras Raskin yang diduga oplosan di Bulog Lahat tersebut, tidak layak dikonsumsi karena hasil uji labnya dibawah standar mutu. Misalnya, kadar normalnya 8 namun beras itu kadarnya sangat dan sangat dibawah 8, yang jika dikonsumsi secara terus-menerus dapat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Dari itu penyelidikannya kita naikan ke penyidikan,” tegas Kapolda.

Dijelaskan Kapolda, sejauh ini penyidik belum menetapkan tersangka karena mesti memeriksa saksi dan menggelar perkara terlebih dahulu untuk penetapan tersangka dan penerapan pasalnya.

“Tapi, sebelumnya sudah ada lima orang pihak Bulog Lahat yang telah kita periksa. Mereka yakni; Kepala Subdrive Bulog Lahat berinisial ‘AM’, Ketua Tim Pelaksana Bulog Lahat ‘GP’, Kepala Gudang Bulog Lahat ‘FA’,
Staf Pelaksana ‘A’ dan Staf Administrasi ‘N’. Dari kelimanya belum ada ditetapkan tersangka, karena kita akan gelar perkara dulu. Namun yang jelas, dalam proses penyidikan ini tentunya kami tidak main-main,” ungkap Kapolda.

Baca Juga :   Nama Baik Tercemar, Polisi Lapor Balik ke Polresta Palembang

Masih dikatakan Kapolda, sedangkan untuk barang bukti 39,3 ton beras yang diduga dioplos di gudang Bulog Lahat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kejaksaan untuk melakukan pemusnahan.

“Dengan adanya dugaan kasus ini, kedepan jangan ada lagi pemberian beras oplosan kepada masyarakat yang memiliki beban hidup tinggi menjadi korban. Berikanlah yang memang benar-benar menjadi hak mereka, jangan dioplos-oplos,” tandas Kapolda. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Menko Polhukam Pastikan Kompolnas Turun Langsung Awasi Kasus Vina

Jakarta, KoranSN Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Hadi Tjahjanto memastikan …

error: Content is protected !!