Tidak Pernah Berobat, Tetapi Keluar Hasil Diagnosa di Aplikasi JKN Mobile







Hasil diagnosa berdasarkan screenshot di aplikasi JKN Mobile. (Foto-Istimewa)

PALI, KoranSN

Peserta Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atas nama Widarman dan Basroni warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluhkan pelayanan Puskesmas Penukal Utara karena selama mereka menjadi peserta BPJS tidak pernah berobat di puskesmas maupun ke rumah sakit, tetapi saat di cek melalui JKN mobile tertera ada diagnosa yang pernah dialaminya.

Kekecewaan dua peserta kartu BPJS tersebut dituangkan di sosial media, yang menyebutkan bahwa diduga ada permainan pihak Puskesmas Penukal Utara untuk memanipulasi data demi keuntungan pribadi.

Unggahan tersebut membuat riuh warga Kabupaten PALI, berbagai komentar beragam diutarakan, bahkan tak sedikit warga meminta agar permasalahan tersebut diungkap untuk mengetahui kebenarannya.

“Salahasatu warga kami datang ke rumah, megadukan masalah adanya pemberitahuan dari aplikasi JKN mobile miliknya terkait dirinya pernah berobat di puskesmas, sementara dari pengakuan warga tersebut belum pernah sakit bahkan datang ke puskesmas saja tidak pernah,” ungkap Dedi Handayani, kepala desa persiapan Tempirai Barat.

Baca Juga :   Misnan Hartono : Saya Dukung Angkutan Batubara Distop

Dirinya mengaku bahwa selaku pemerintah desa telah beberapa kali meminta klasifikasi dari pihak puskesmas untuk menjelaskan kenapa persoalan itu terjadi.

“Kepala puskesmas selalu menghindar saat kami ingin menanyakan duduk perkaranya. Untuk itu, kami berharap dari piha terkait agar memberikan penjelasan agar masyarakat paham apakah kejadian itu sudah sesuai prosedur atau ada kesengajaan untuk memanipulasi data demi keuntungan pribadi,” pinta Kades.

Penjelasan yang disebutkan Kades dibenarkan Widarman, peserta BPJS yang merasa dimanipulasi datanya. Dia bersikukuh bahwa dirinya selama ini belum pernah berobat ataupun mendatangi puskesmas.

“Mengunjungi atau dikunjungi pihak puskesmas belum pernah pak, bahkan aku tinggal di Palembang karena bekerja disana. Kami belum melaporkan adaya dugaan manipulasi data ini ke pihak berwajib, tetapi terus terang aku kecewa dengan ketidakterbukaan pihak puskesmas dalam penjelasan masalah ini,” katanya saat dihubungi media ini, Kamis (30/8/2018).

Baca Juga :   Danrem 044/Gapo Beri Reward 4 Prajurit TNI AD

Sementara itu, Sumini kepala BPJS Kesehatan PALI mengatakan, bahwa pihaknya hanya menerima laporan dari puskesmas. Untuk pelayanan, Sumini menyarankan agar menanyakannya ke pihak puskesmas.

“Untuk data diagnosa memang bisa diakses dan diketahui melalui aplikasi JKN mobile. Pemegang kartu bisa menginstal aplikasi tersebut dengan memasukan nomor kartu, serta data pribadinya. Nanti bisa diakses dan akan keluar riwayat diagnosa bersangkutan apabila telah dikunjungi atau berkunjung di puskesmas maupun rumah sakit,” terangnya.

Terpisah, H Zairin kepala Puskesmas Penukal Utara menjawab bahwa Puskesmas yang dipimpinnya tidak pernah mengajukan klaim pasien peserta BPJS kesehatan diluar ketentuan. Sebab, laporan puskesmas ke BPJS melalui sistem Kapitasi.

“Kalau ada pengakuan terhadap peserta BPJS yang belum pernah berobat tetapi sudah ada riwayat diagnosa, kami juga masih menelusurinya. Apakah ada kesalahan petugas puskesmas ataukah ada kesalahan lain, atau juga yang bersangkutan memang pernah dikunjungi atau mengunjungi puskesmas. Intinya kami juga masih menelusuri masalah itu,” jawabnya. (ans)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Harga Komoditas Disubsidi Pemkab Muara Enim

Muara Enim, KoranSN Dalam menjaga ketersediaan dan harga bahan pokok terjaga pasca-Iduladha 1445 Hijriah, Pemerintah …

error: Content is protected !!