Tiga Desa Berpotensi Terkena Erupsi Gunung Dempo

Gunung Dempo, Pagaralam

Pagaralam, KoranSN

Status Gunung Api Dempo (GAD) Pagaralam meningkat menjadi level II, atau berstatus Waspada. Warga di beberapa desa di Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang diimbau untuk tetap tenang. Sebab ada tiga desa di Kecamatan Lintang Kanan yang diperkirakan akan terdampak langsung jika terjadi letusan GAD.

“Ada tiga desa yang diperkirakan akan berdampak langsung. Desa tersebut yakni Desa Muara Danau, Desa Lubuk Tapang dan Desa Endalo. Tapi kami imbau, warga jangan panik dulu,” ujar Camat Lintang Kanan, Almutholib ketika dikonfirmasi, Kamis (13/4/2017).

Lanjutnya, Pemerintah Kecamatan Lintang Kanan sudah menentukan dua titik lokasi pengungsian warga. Yakni di gedung SMA Negeri 1 Muara Danau dan lapangan Desa Rantau Kasai. Karena ini masih berstatus level II, masyarakat di Kecamatan Lintang Kanan dan sekitarnya tidak perlu panik.

“Masyarakat tetap memantau perkembangan dan mengikuti arahan yang sudah disampaikan pemerintah. Kami sudah menyampaikan agar menjauh dari radius tiga kilometer serta bibir sungai,” jelasnya.

Pihaknya, kata Mutholib, sudah melakukan rapat koordinasi dengan Pemkot Pagaralam di Pagaralam. Sejauh ini koordinasi pihaknya dengan wilayah-wilayah daerah yang bakal terdampak letusan GAD terus terjalin dengan baik.

Baca Juga :   TNI-Polri Bantu Korban Kebakaran di Talang Jawa PALI

Sementara, Kepala Desa Muara Danau, kecamatan Lintang Kanan, Abdullah Mawarzi mengatakan desanya tidak masuk dalam radius tiga kilometer dari GAD. Namun desanya sangat dekat dengan Sungai Bayau, yang hulunya langsung dari Gunung Dempo.

“Sungai Bayau berjarak 300 meter dari pemukiman desa. Warga sudah kita imbau agar menjauh dari bibir sungai, dan yang sedang berada di kebun yang masuk radius tiga kilometer dan sekitar sungai sudah kita suruh pulang,” kata Mawarzi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Empat Lawang, Khairullah menjelaskan, ada dua desa yang rawan kena dampak GAD. Namun, Pemerintah Kecamatan dengan Koramil sudah mengimbau warga untuk waspada.

“Ada beberapa Talang (kampung di tengah perkebunan) yang rawan kena dampak GAD. Tapi sudah diimbau oleh Camat dan Danramil untuk tidak beraktivitas di sana terlebih dahulu, sampai kondisi GAD benar-benar aman,” ujarnya.

Kegempaan Menurun, Status Tetap Waspada

Berdasarkan hasil rekaman alat seismograf terkini, tercatat kegempaan vulkanik dalam dan vulkanik dangkal gunung api Dempo sejauh ini mengalami penurunan, namun status gunung api Dempo belum mengalami penurunan, masih berada di level II Waspada. Hal ini diungkapkan Ketua Pos Pemantuan Gunung Api Dempo, Mulyadi.

Baca Juga :   OKI Fokus Capai Swasembada Pangan

Jelas Mulyadi, meski kegempaan vulkanik menurun, namun kemunculan tremor masih terjadi terus menerus, akan tetapi amplitudo (jarak terjauh simpangan dari titik keseimbangan, red)nya masih terbilang kecil.

Untuk itu, diimbau semua aktivitas pendakian ke kawasan puncak Gunung Api Dempo sementara ini tidak diperbolehkan atau dihentikan demi keselamatan. Jarak aman dampak letusan saat ini hanya berjarak radius satu kilometer, tidak boleh ada aktivitas dari bibir kawah Merapi-Dempo.

“Untuk kondisi kekinian gunung api Dempo hingga beberapa waktu ke depan, kami belum bisa memastikan. Sebab fenomena alam tidak bisa ditebak sebelumnya. Terpenting, kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan atas segala kemungkinan yang terjadi terhadap gunung Dempo,” pungkasnya. (asn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Gedung Dewan Steril dengan Disinfektan Sebelum Puncak Peringatan Hari Jadi OKU Timur

OKUT, KoranSN Hari Jadi OKU Timur ke-17 tahun diadakan sangat sederhana, bahkan acaranya dipusatkan di …