Tiga Pelajar PALI Tewas Disambar Petir di Bukit Besar Lahat

Tampak-suasana di rumah duka salah satu korban.FOTO-ANAS/KORANSN.

PALI,KoranSN
Kabar duka kembali menerpa Bumi Serepat Serasan. Kali ini, tiga pelajar Kelas X SMK Negeri (SMKN) 1 Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tewas akibat tersambar petir ketika berkemah di atas Bukit Besar di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Merapi Selatan Kabupaten Lahat.

Informasi yang dihimpun SN, ketiga pelajar tersebut bernama; M Ramadhan (16), warga Desa Babat Kecamatan Penukal, Almahesa (16) warga Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab dan Sangkut (16), warga Desa Gunung Raja Kecamatan Penukal.Sedangkan empat korban yang selamat bernama Ayu (14) warga Desa Babat Kecamatan Penukal, Reni warga Desa Gunung Raja Kecamatan Penukal, Wawan (16) warga Desa Betung Kecamatan Abab dan Rudi (16), warga Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab. Semua korban merupakan pelajar SMK Negeri 1 Penukal.

Kejadian tersebut terjadi bermula saat ketujuh pendaki berkemah di atas Bukit Besar, tiba-tiba hujan lebat disertai petir.Disaat hujan petir tersebut terjadi, empat korban yang selamat sedang berada di dalam tenda sedangkan tiga korban yang meninggal dunia berada di luar tenda, sedang membetulkan tenda. Kemudian petir menyambar tenda pendaki tersebut hingga mengakibatkan tiga pendaki yang berada di luar tenda meninggal dunia.

Kejadian ini berlangsung, Sabtu (11/3/2017) sekitar pukul 18.30 WIB di Desa Bukit Besar Desa Tanjung Beringin Kecamatan Merapi Selatan Kabupaten Lahat. Mendengar kejadian tersebut anggota Polsek Merapi Barat, Polres Lahat langsung menuju ke lokasi kejadian mengevakuasi para korban.Jahri (56), orang tua dari Sangkut, salah satu korban yang meninggal dunia, Minggu (12/3/2017) mengaku jika dirinya tidak menyangka kejadian tersebut menimpa anaknya. Kepada SN, Ia menuturkan, korban Sangkut meminta izin untuk jalan-jalan ketika hari Jumat (10/3/2017) atau satu hari sebelum kejadian.

“Tidak ada firasat sama sekali, karena dia (Sangkut, red) termasuk anak yang aktif dalam kegiatan OSIS di sekolah dan tak jarang memang sering pergi ke luar kota,” ungkap Jahri yang ditemui di rumahnya di Desa Gunung Ayu Kecamatan Penukal.Terpisah, Rozali orang tua Muhamad Ramadhan Pratama yang juga salah satu korban tampak merasakan duka yang sangat mendalam.

Baca Juga :   Sambut Bulan Ramadhan, DWP Buka Pasar Murah

Kepada SN, Rozali menuturkan bahwa anaknya pada Sabtu pagi (11/3) meninggalkan rumah dan berpamitan untuk mengisi libur sekolah pergi ke Lahat bersama enam temannya yang sama-sama satu sekolah.”Mereka menyatar mobil untuk diantar ke Lahat, berangkat dari rumah pagi hari, sekitar pukul 07.00 WIB. Dia (M Ramadhan,red) berpamitan akan mengisi liburan untuk mendaki Gunung Telunjuk di Lahat. Tapi sekitar pukul 23.00 WIB, kami mendapat kabar bahwa rombongan anak kami terkena musibah,” ungkapnya.

Dikatakan Rozali, bahwa malam itu juga dirinya sudah mengetahui anaknya telah meninggal dunia akibat tersambar petir.”Begitu kami mendapat kabar, langsung menuju ke Kabupaten Lahat, kemudian membawa pulang jenazah anak kami,” katanya.

Sementara itu, Deni Kurniawan, Guru Olahraga SMK Negeri 1 Penukal mengaku bahwa pada saat ini baik kelas X dan juga kelas XI sedang libur, karena kelas XII mempersiapkan Uji Kompetensi (UK).”Minggu kemarin kelas XII sedang UK, sementara minggu depan kelas XII menggelar ujian sekolah. Jadi, itu merupakan bukan kegiatan resmi dari sekolah. Melainkan mereka (ketujuh pelajar, red) untuk mengisi liburan ,” tutur Deni yang dibincangi SN, kemarin (12/3/2017).

Pihaknya mengaku, sangat kehilangan ketiga pelajar yang tewas disambar petir tersebut. Karena menurut Deni, ketiga korban yang meninggal dunia termasuk pelajar yang rajin serta aktif dalam organisasi sekolah.”Ketiganya merupakan pelajar yang rajin. Aktif di OSIS, Pramuka, bahkan ada juga yang aktif sebagai anggota Paskibra sekolah. Tentu ini menjadi duka yang mendalam bagi kami civitas akademika SMKN 1 Penukal,” ujarnya.Deni mengaku mendapat informasi meninggalnya ketiga pelajarnya sekitar pukul 23.45 WIB.

Baca Juga :   Terminal Pendopo Bakal Direnovasi

“Saya dapat kabar dari Polsek Penukal. Kemudian, mendapati informasi tersebut kami langsung menjemput seluruh korban ke Lahat dengan menggunakan mobil ambulance desa,” ucapnya.Mendapati kabar duka tersebut, Bupati PALI, H Heri Amalindo langsung mendatangi ke rumah ketiga pelajar yang tewas di sambar petir. Mulai dari Desa Tanjung Kurung, kemudian ke Desa Babat hingga ke Desa Gunung Ayu.

“Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya ketiga pelajar dari PALI di Lahat. Kita berharap kejadian ini tidak terulang lagi. Kemudian kedepannya jika hendak melakukan kegiatan seperti ini tetap dalam pengawasan pihak sekolah, karena dalam perjalan harus ada yang berpengalaman dalam memandu kegiatan tersebut,” kata bupati saat ditemui di rumah duka di Desa Gunung Ayu.

Sementara di Lahat, Kapolres Lahat, AKBP Rantau Isnur Eka SIK didampingi Kapolsek Merapi, AKP Sofian Ardeni SH melalui Kaur Humas Polres Lahat, Ipda Sabar T membenarkan kejadian tersebut.”Usai kejadian ketiga korban yang meninggal dunia  dievakuasi ke RSUD Lahat untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” ungkap Sabar.Informasi terakhir yang didapat SN, untuk empat pelajar yang selamat saat ini masih dalam perawatan di RSUD Talang Ubi Kabupaten PALI. (ans/rob)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Antisipasi Bencana Alam, Ini yang Dilakukan BPBD PALI

PALI, KoranSN Antisipasi terjadinya bencana alam pada Puncak musim penghujan yang diprediksi akan terjadi di …