Tiga Pelaut Indonesia Ditahan di China, Tujuh Lainnya Dibebaskan

Bendera China. (Foto-Istimewa/Antaranews)

Beijing, KoranSN

Tiga pelaut asal Indonesia sampai saat ini masih ditahan oleh aparat penegak hukum di China atas dugaan penyelundupan barang biasa, sedangkan tujuh lainnya sudah dibebaskan.

“Jadi dugaan kasus penyelundupan barang tidak hanya melibatkan Juliantono, melainkan ada dua WNI lainnya,” kata Kanselari Konsulat Jenderal RI di Shanghai Muhammad Arifin di Beijing, Senin (12/8/2019).

Sebelumnya diberitakan bahwa pihak keluarga di Jakarta meminta bantuan kantor perwakilan RI di China untuk membebaskan Juliantono Ginting yang ditangkap di atas kapal Heng Smooth milik perusahaan pelayaran Taiwan atas dugaan penyelundupan barang biasa.

Baca Juga :   Pesawat Angkut Pasukan AS Terbakar di Bandara Irlandia

Setelah pihak KJRI Shanghai berhasil menghubungi Juliantono, ternyata ada dua pelaut asal Indonesia lainnya yang ditahan atas kasus yang sama, yakni Dadang Sutardi dan Joni.

Mereka ditahan di Distrik Haizhou, Kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu, wilayah timur China.

Sementara tujuh pelaut lainnya, yakni Hidayat, Hartono, Tolip, Turcia, Rizky, Arya, dan Rahman dibebaskan karena hasil investigasi pihak kepolisian setempat tidak menemukan cukup bukti atas tindak kejahatan yang disangkakan.

“Mereka yang dibebaskan sudah dipulangkan ke Indonesia, sedangkan berkas perkara ketiga WNI yang ditahan sudah dilimpahkan ke kejaksaan Jiangsu,” kata Arifin.

Baca Juga :   Malaysia Wajibkan Bermasker di Tempat Umum per 1 Agustus

Pihaknya juga telah meminta kejaksaan Jiangsu agar diperkenankan mengunjungi ketiga pelaut tersebut di rumah tahanan.

“Namun sampai sekarang permintaan kami belum mendapatkan jawaban,” ujar Arifin menambahkan. (Antara/ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Israel Cegah Jamaah Shalat Jumat Memasuki Masjid Al Aqsa

Yerusalem, KoranSN Polisi Israel pada Jumat (9/4/2021) membatasi ratusan Muslim memasuki Kota Tua Yerusalem dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.