Tim Gugus Tugas Tracking Semua Pegawai RS Siti Aisyah







Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau, H.SN Prana Putra Sohe. (foto-rifat/koransn)

Lubuklinggau, KoranSN

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Lubuklinggau terus melakukan tracking terhadap semua pegawai Rumah Sakit (RS) Siti Aisyah kota Lubuklinggau, pasca meninggalnya satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) pada Sabtu (9/5/2020).

“Sampai saat ini menurut rapid test yang reaktif itu baru dua. Reaktif daripada rapid test dari seratus,” kata Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Lubuklinggau, Senin (11/5/2020).

Selain itu, ia juga meminta untuk dilakukan pengambilan uji swab. Sehingga, hasil dari swab tersebut bisa membuktikan bahwa yang bersangkutan positif Covid-19 atau tidak.

“Kalau rapid test ini reaktifnya baru dua dari 100 yang sudah, artinya tidak signifikan. Itupun orang yang memang selama ini juga sudah terpapar sebelumnya. Jadi kita terus, mudah-mudahan ini tidak banyak,” ujarnya.

Seperti diketahui, hingga Senin siang (11/5/2020), kasus positif Covid-19 di Kota Lubuklinggau berjumlah 35 kasus positif.

Baca Juga :   Polres Muara Enim Rotasi Jabatan

“Dan perlu dipahami bahwa 35 orang yang terpapar saat ini, semuanya itu memang hasil tracking semua. Artinya memang tracking yang dilakukan baik oleh tim medis kita maupun oleh Rumah Sakit Sobirin sendiri,” ungkapnya.

Menurut orang nomor satu di bumi sebiduk semare itu, di Rumah Sakit Dr Sobirin Kabupaten Mura dikota Lubuklinggau ada kurang lebih delapan orang positif.

“Kurang lebih delapan kalau tidak salah dan mereka sudah melakukan isolasi sendiri dirumah sakit itu dan tetap, karena dia adalah masyarakat linggau dan KTP Linggau maka itu hitungannya warga Linggau,” bebernya.

Lebih lanjut ia memperkirakan, angka 35 kasus positif covid 19 dikota Lubuklinggau itu diperkirakan bisa bertambah. “Dan sepertinya saat ini linggau tidak hanya 35, karena swab yang sedang hasil swab yang sudah di kirim ini ada juga masih, kemungkinan bisa saja bertambah. Nah, 35 ini saja kita sudah sangat repot,” ungkapnya.

Baca Juga :   Sosialisasikan Olah Raga Bola Tangan

Karena itu ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti segala anjuran pemerintah.

“Tetap tenang, berarti kita jangan panik, karena panik itu adalah bagian juga untuk pengurangan daripada imun kita. Tapi waspada yang penting juga, itu sangat penting. Kalau kita tidak mau pakai masker, tidak usah keluar rumah, tidak usah keluar rumah kalau tidak penting,” tegasnya.

Ia juga mmbenarkan adanya seorang bayi usia tiga bulan yang posotif covid 19. “Iya, itu hasil tracking daripada PDP 03 kalau tidak salah. Hasil tracking. Jadi tracking yang nakes_nakes (tenaga kesehatan) itu. Di isolasi di hakmaz semua, ada 35 baik itu OTG, ODP maupun PDP PDP dan terkonformasi. Itu total disitu ada 35. Kondisinya sekarang sehat semua,” pungkasnya. (rif)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Bantu Pemkab Cegah Stunting, DPRD OI Turun Kelapangan

Indralaya, KoranSN Guna membantu pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI) dalam mencegah terjadinya stunting terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!