Tim KPH Rawas Lalui Medan Berat Berantas Pembalak Liar

Tampak kendaraan tim KPH unit XIV Rawas terjebak di lumpur saat menuju lokasi pembalakan liar. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Tim KPH unit XIV Rawas langsung menuju lokasi untuk memberantas dugaan adanya pembalak liar dalam kawasan hutan produksi blok HHBK Jasling, tepatnya di Dusun KNPI Desa Muara Tiku Kecamatan Karang Jaya. Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Namun, tim KPH harus bekerja keras untuk mencapai lokasi yang jarak tempuhnya sekitar 12 Km dari pemukiman warga, bahkan sebelum tiba di lokasi dugaan pembalakan, kendaraan mereka terjebak lumpur.

Tim dipimpin lansung oleh koordinator Perlindungan dan Pengamanan Hutan, Andika Romasaputra, bersama staf Perencanaan dan Pemanfaatan, Wawai Guswandi, Polhut Heri Zalwani, Kepala Resot Rasydin, Dansat Pamhut Yuta Alan, Anggota Dalkar Sadam Husen dan dibantu perangkat desa.

“Titik kordinat tempat kendaraan kita terjebak jalan rusak 48M0238297 – 9686932. Tidak jauh dari aliran Sungai Anak Tiku Kecil,” ungkap Korwil Amsyarudin melalui Koordinator Tim, Andika Romasaputra, Minggu (29/10/2017).

Baca Juga :   2019, Bupati Gencarkan Lima Program Prioritas

Ia menjelaskan, tim akhirnya memutuskan untuk kembali, namun langkah itu bukan berarti menyerah. Mereka akan tetap memberantas pembalak liar dan akan berkoordinasi dengan kepolisian. Sebab, dugaan yang dilakukan oknum pembalakan liar tersebut sangat mengancam kerusakan hutan. Bahkan diduga membawa alat berat untuk masuk lokasi itu.

“Jelas laporan masyarakat bahwa adanya alat berat yang masuk ke kawasan hutan produksi blok HHBK Jasling KPH XIV Rawas. Tapi kondisi jalan untuk ke lokasi sangat sulit dilalui kendaraan roda 4,” ungkapnya.

“Kami tidak akan berhenti atau menyerah akan tetapi akan terus mencari solusi walaupun harus jalur air ataupun udara. Karena pembalakan yang akan dilakukan oknum tersebut sangat membahayakan dan itu sudah jelas melanggar hukum,” ujarnya.

“Dugaan terancam pidana Uundang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan, pengrusakan hutan. Laporan masyarakat alat berat sudah ada dilokasi yang akan dilakukan pembalakan oleh oknum,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :   Kabupaten OKI Masuk Nominasi Penghargaan Kementerian PUPR

Sementara, LD (30) warga Desa Muara Tiku setempat mengaku, jalan yang akan dilalui ke lokasi dugaan pembalakan itu sangat jelek, dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 maupun roda 2.

“Kami lihat sendiri bahwa ada alat berat yang masuk ke lokasi itu. Dan kami minta tolong ditindak jangan dibiarkan, jika tidak bisa jalan darat untuk ke lokasi bisa jadi jalur air menggunakan ketek. Saya pribadi siap mengantarkan hingga ke lokasi,” pungkasnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Infrastruktur dan SDM Masih Kendala Pembelajaran Daring

Lahat, KoranSN Sosialisasi dan kunjungan kerja Dewan Pendidikan Sumatera Selatan ke tiga wilayah kabupaten yaitu …