Tim Medis Indonesia Bantu Atlet 24 Jam Non Stop





Tim medis Indonesia saat melakukan penanganan atlet di cluster Manila. (foto-antaranews)

Manila, KoranSN

Jumlah tim medis kontingen Indonesia untuk SEA Games 2019 memang tak banyak, tetapi mereka menikmati tugas mereka dalam membantu atlet tanpa henti selama 24 jam penuh.

“Kami hanya berkekuatan 31 orang, terdiri dari sepuluh dokter, 13 masseur, enam fisioterapis dan tiga perawat. Dan kami siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan terhadap atlet maupun anggota kontingen Indonesia,” kata Kol Laut (K) dr Wiweka MARS di Manila, Senin (9/12/2019).

Perwira kesehatan yang sehari-hari menjabat Kepala Rumah Sakit TNI AL dr Mintohardjo di Jakarta ini mengaku telah menyebar anggota-anggotanya ke empat kluster, yakni Manila, Luzon, Subic dan Clark.

“Jumlah kami memang kecil. Namun, kami mobile dan memberikan pelayanan maksimal terhadap atlet yang akan, sedang dan telah bertanding,” kata Wiweka di Rizal Memorial Stadium Manila, Filipina.

Baca Juga :   Gubernur Sumsel Launching Program "Return to Work" BPJamsostek - RSUD Siti Fatimah Sumsel

Ia mencatat, di antara kasus yang menimpa atlet Indonesia dan sering ditangani timnya adalah diare sebelum pertandingan yang dialami para atlet Squash dan Menembak.

Kasus lainnya adalah cedera saat pertandingan namun kasus ini bisa diselesaikan dengan baik sehingga atlet bisa kembali tampil maksimal.

“Begitu juga ada kecelakaan yang terjadi saat pertandingan langsung ditangani dengan baik. Kami bekerja nyaris 24 jam sehari,” sambung dia.

“Setiap hari melakukan pelayanan dari satu venue ke venue, dari hotel ke hotel saat malam sebelum pertandingan, saat bertanding dan saat selesai pertandingan lainnya,” kata Wiweka.

Baca Juga :   Anies Imbau Warga Datangi Fasilitas Kesehatan Sebelum Isolasi

Ia mengaku, timnya menikmati pekerjaannya, apalagi ini menyangkut kepentingan bangsa dan negara.

Tim Medis Kontingen Indonesia selalu berkoordinasi dengan Director Medical and Doping Control Philipine SEA Games Organisation Committee (Phisgoc) dan Kementerian Kesehatan Filipina.

“Yang pasti kami terus berkoordinasi, jadi kalau ada masalah serius bisa tertangani dengan cepat,” tandas Wiweka.

Ia menyadari, kesuksesan Indonesia dalam melampaui target perolehan medali pada SEA Games 2019 tidak terlepas dari peran semua pihak, termasuk berkat dukungan penuh Tim Medis Kontingen Indonesia. (Antara/ded)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pasien COVID-19 di Babel Tersisa 84 Orang

Pangkalpinang, KoranSN Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien COVID-19 tersisa 84 orang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!