Timsus Bekuk 4 Pengedar Narkoba Jaringan Medan

BARANG BUKTI – AKBP Syahril Musa menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tersangka Umar Hasan, Noviana alias Novi, Rudi Yansyah dan Juhaini alias Bujang (berdiri di belakang). (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Dalam kurun waktu satu minggu aparat kepolisian dari Tim Khusus (Timsus) Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel berhasil membekuk empat pengedar narkoba jenis sabu yang merupakan jaringan pengedar Medan.

Keempat tersangka tersebut ditangkap di lokasi berbeda, mereka yakni; tersangka Umar Hasan (55), warga Kebun Bunga KM 9 Palembang yang ditangkap 4 April 2017 di kawasan Jalan Basuki Rahmat. Dari tangannya polisi mengamankan barang bukti paket sabu siap edar seberat 55,46 gram.

Kemudian pada 6 April 2017, Timsus menangkap tersangka Noviana alias Novi (38), warga Jalan Seroja Kecamatan IT I Palembang dan Rudi Yansyah (34), warga Jalan Macan Kumbang Kecamatan IB I Palembang. Keduanya ditangkap bersamaan di kediaman tersangka Noviana alias Novi. Dari kedua tersangka diamankan barang bukti paket sabu seberat  20,80 gram.

Lalu pada 7 April 2017, Timus juga berhasil menangkap tersangka Juhaini alias Bujang (31), warga Tanjung Raja OI. Tersangka ditangkap saat sedang berada di depan Terminal Pasar Tanjung Raja. Polisi yang melakukan penggeledahan, mendapati paket sabu seberat 100,84 gram di saku celana yang dikenakan oleh tersangka.

Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, AKBP Syahril Musa, Minggu (9/4/2017) mengatakan, keempat tersangka yang ditangkap di lokasi berbeda merupakan pengedar narkoba jaringan Medan. Keempatnya berhasil dibekuk dalam kurun waktu satu minggu setelah Timsus melakukan penyelidikan.

“Yang pertama kita tangkap yakni tersangka Umar Hasan. Kemudian dilakukan pengembangan penyelidikan sehingga Timsus menangkap tersangka Noviana alias Novi dan Rudi Yansyah. Beberapa hari kemudian, Timsus juga berhasil membekuk tersangka Juhaini alias Bujang. Keempat tersangka ini dikatakan pengedar narkoba jaringan Medan, karena sabu yang diamankan dari keempat tersangka berasal dari Medan,” kata Syahril saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel.

Baca Juga :   6 Rumah dan 3 Kontrakan di Keramasan Hangus Terbakar

Masih dikatakan Syahril, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada para tersangka diketahui jika keempat tersangka ada yang sudah 1 bulan hingga 6 bulan menjadi pengedar sabu.

“Sedangkan untuk tersangka Juhaini alias Bujang yang ditangkap di depan Terminal Pasar Tanjung Raja merupakan Target Operasi (TO) kita. Hal tersebut dikarenakan tersangka sudah sering mengedarkan sabu di kawasan Pasar Tanjung Raja tersebut,” ujarnya.

Lanjut Syahril, dengan telah ditangkapnya keempat tersangka maka pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan untuk menangkap sang bandar.

“Kita masih terus lakukan pengembangan untuk mengejar dan menangkap atasan atau bandar keempat tersangka tersebut. Sedangkan untuk keempat tersangka yang telah diamankan di Mapolda Sumsel, keempatnya dijerat dengan Undang-Unang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tandas Syahril.

Sementara tersangka Noviana alias Novi mengatakan, jika ia dan rekannya Rudi Yansyah dijanjikan uang Rp 1 juta oleh seorang bandar sabu yang tak dikenalnya. Dari itulah, ia dan Rudi Yansyah menyimpan sabu tersebut yang rencananya hendak diantarkan kepada pemesan yang juga tak dikenalnya.

Baca Juga :   Sumsel Target Peredaran Narkoba, Sungai Musi Dipantau

“Saya dan Rudi Yansyah ditangkap saat kami sedang berada di rumah saya. Saya mau menyimpan sabu tersebut, karena kami diupah uang Rp 1 juta. Saya dan Rudi Yansyah tidak kenal dengan orang yang menitipkan sabu kepada kami karena kami baru satu kali bertemu dan berkenalan dengan orang tersebut. Saya mau menerima sabu itu
karena sedang butuh uang untuk biaya sekolah satu anak saya, sebab sudah satu tahun ini saya menjadi janda dikarenakan suami saya telah meninggal dunia,” ujarnya.

Sedangkan tersangka Juhaini alias Bujang mengungkapkan, jika paket sabu yang diamankan polisi dari tangannya merupakan milik rekannya ‘FR’ (DPO).

“Baru kali inilah saya menerima titipan sabu tersebut, jadi
yang katanya saya sering mengedarkan sabu di kawasan Pasar Tanjung Raja itu tidak ada. Saya mau menerima sabu yang dititipkan kepada saya, karena ‘FR’ menjanjikan akan memberikan uang. Tapi belum sempat uang tersebut diterima saya telah tertangkap polisi,” pungkasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Tiga Saksi Kasus Dugaan Suap Pengadaan Bansos

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (18/1/2021), memanggil tiga orang saksi dalam penyidikan kasus …