Tingkatkan Hasil, Petani Harus Disiplin



Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat kunjungan kerja dan panen raya di Desa Muara Pinang Lama, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (26/9/2020). (foto-fahlevi/koransn)

Empat Lawang, KoranSN

Gubernur Sumsel H. Herman Deru (HD) mengatakan, Pemprov Sumsel berkomitmen tidak akan tinggal diam membantu petani di Kabupaten Empat Lawang.

Hal itu diungkapkan HD, saat kunjungan kerja dan panen raya di Desa Muara Pinang Lama, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (26/9/2020).

HD mengaku bangga dengan apa yang dilakukan petani dan masyarakat Desa Muara Pinang karena meski masih menggunakan irigasi semi alam namun produksi gabah kering panen sudah di atas rata-rata mencapai 6 ton lebih per hektare.

Ia pun mengatakan, jika kondisi memungkinkan akan dibuat irigasi dengan sistem air artesis pihaknya akan menambah jumlahnya seperti yang dilakukan di Air Batu Kabupaten Banyuasin. Sekarang tugas Gubernur, Bupati serta jajarannya. Bagaimana caranya agar produksi ini lebih meningkat lagi.

“Sebagai kepala daerah yang benar-benar konsen dengan pertanian, HD untuk berbagi tips kepada petani agar dapat mengikuti jejaknya meningkatkan produksi padi seperti di OKU Timur,” ujarnya.

Ia mengaku, pernah sengaja berkeliling ke beberapa negara seperti Brunei, Philipina, Taiwan dan Thailand khusus untuk mempelajari teknik bertani. Dari sana ia memahami bahwa kedisiplinan SDM dan petani adalah kunci utama dalam mendongkrak produksi padi. Karena untuk SDA di Sumsel cenderung sama memiliki gunung, irigasi hanya alat yang sedikit berbeda.

Baca Juga :   Kompol Milwan Jabat Wakapolres Pagaralam

“Jadi saya pernah tantang ahli pertanian dari Taiwan untuk meningkatkan produksi di OKUT saat itu. Waktu itu petani baru bisa panen 6 ton per hektare. Tapi si Kim (ahli pertanian) ini berani pasang target 14 ton. Asalkan sistem bertaninya mengikuti cara dia,” cerita HD.

Lanjutnya, dengan pembibitan dan pengairan mengikuti teknik yang dilakukan Kim panen mencapai target 14 ton. Kemudian begitu lagi panen lagi hasilnya tetap 14 ton.

“Tak berapa lama setelah itu, para petani menghadap saya. Mereka minta Kim dipulangkan karena petani mengaku sudah bisa mempelajari teknik bertani yang dicontohkan Kim. Alhasil Kim diminta pulang dan kemudian petani mulai ke sawah seperti biasa dan tibalah waktunya panen,” bebernya.

“Tau gak berapa produksinya padi yang dihasilkan petani, Setelah ditinggal Kim mereka tetap panen lagi 6 ton seperti semula. Tahu gak salahnya dimana. Itu karena kita tidak disiplin. Karena itu saya minta petani disini disiplin, mulai dari pembibitan, pemupukan sampai panen biar losses (kerugian)nya tidak banyak,” tegas HD.

Selain meningkatkan kedisplinan petani, yang tak kalah penting untuk meningkatkan produksi pertanian adalah kepedulian pemerintah daerah itu sendiri. Meski memiliki SDA yang banyak tapi petani tetap tidak bisa dibiarkan sendiri, karena mereka membutuhkan dukungan pemerintah.

Baca Juga :   Besok, Pemkab Muba Sholat Istisqo Berharap Turun Hujan

“Tidak usah muluk-muluk. Kita harus pintar membaca kelebihan di Sumsel. SDM dan SDA kita ada jadi tinggal fokus saja di pertanian. Caranya kita harus mulai memperbaiki teknisnya. Kalau selama ini bertani tradisional, tanam dan panennya, sekarang pelan-pelan kita menuju modernisasi,” tegasnya

Sementara itu Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengakui bahwa di bawah kepemimpinan H. Herman Deru ini pertumbuhan Kabupaten Empat Lawang makin menggeliat. Apalagi di masa pandemi seperti ini, dimana daerah harus merefocusing dana. Namun dengan bantuan gubernur yang mencapai miliaran nilainya membuat pengurangan anggaran di Empat Lawang tertutupi.

“Kami akui Empat Lawang semakin menggeliat berkat Pak Herman Deru. Bantuan yang diberikan benar-benar membantu kami yang memiliki APBD Rp1 triliun ini,” kata Joncik. (foy)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Karhutlah Sudah Mendekati Pemukiman, Polres OI Lakukan Pencegahan

Indralaya, KoranSN Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI) berturut-turut …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.