Tokoh Masyarakat Hingga Mantan Anggota DPRD Dukung M Nasir Jadi Bupati Muba 2024





Selanjutnya, pria kelahiran 1979 ini mengungkapkan, maksud dan tujuannya hadir untuk berdialog kepada masyarakat dan mungkin ada pertanyaan mengapa dirinya yang bertugas di Kabupaten Banyuasin, berdomisili di Palembang namun berniat mau mencalonkan diri menjadi Bupati Muba.

“Pertama niat ingin membangun dimana saya, isteri saya dan orang tua saya berasal yakni Kabupaten Muba yang kita cintai ini, kalau tidak kita sebagai putra daerah siapa lagi karena saya yakin kalau muba ini kedepannya dipimpin oleh bukan orang Muba, atau orang Muba tapi tidak tulus mengabdi seperti pemerintahan kita sebelumnya maka Muba tidak akan maju dan seperti situasi saat ini, untuk itu kedepannya Muba harus dipimpin oleh seorang pria, mengerti ilmu tata kelola keuangan, akuntabel dan yang sangat penting tidak mementingkan diri sendiri, keluarga dan koloninya maka peristiwa kelam dan memalukan bagi kita semua akan terjadi lagi,” jelasnya.

Dari itu dirinya terpanggil untuk mengabdi, membenahi dan mensejahterakan seluruh masyarakat di Bumi Serasan Sekate.

“Berkat ilmu tata kelola keuangan yang saya miliki. Apabila saya nantinya diberikan amanah dari bapak-bapak dan ibu-ibu serta seluruh masyarakat Muba dan diridhoi oleh Allah SWT maka hal hal demikian tak akan terulang lagi,” ucap mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA) ini.

Terus terang, lanjut pria yang akrab dipanggil Kak Nasir ini, niat ia untuk membenahi Muba berawal ketika menonton di televisi nasional mengenai jalan rusak di Kecamatan Jirak Jaya, MUBA. Lalu ia bertanya-tanya mengapa bisa terjadi hal demikian, katanya Muba daerah terkaya di Sumsel dan ini pasti ada yang salah.

Baca Juga :   Diringkus Setelah 6 Kali Begal Motor

“Kemudian saya cari tahu dimana letak kesalahannya, ternyata setelah saya pelajari ditahun 2021 Muba itu terlalu tinggi pada belanja operasional. Belanja operasional inilah yang menyebabkan Muba itu sangat kecil dianggarkan untuk biaya pembangunan, makanya kedepan kita akan rubah pola kebijakan anggaran yang sebelumnya belanja operasinya sangat tinggi Rp 2,6 triliun (diluar Dana Desa) dan belanja pembangunan atau belanja modal diangka Rp 700 Miliar,” jelas M Nasir.

Kedepannya, masih kata M Nasir, dirinya akan merubah belanja operasinya yang sebelumya yakni akan dikurangi, akan pindahkan ke belanja pembangunan sehingga kedepannya belanja pembangunan akan dialokasikan anggaran Rp 1,8 hingga Rp 2 triliun dalam satu tahun anggaran.

“Sekarang bagaimana mengenai anggaran RP 1,8 hingga Rp 2 triliun tersebut?Sekarang jumlah desa di Muba ada 227 desa, dan 13 kelurahan sehingga total desa dan kelurahan 240. Sekarang kita harus bangun mulai dari desa kita sama ratakan dulu tiap desa, desa ini kita anggarkan dalam tiap tahun sebesar Rp 5 miliar itu khusus kesemua desa dan kelurahan, tanpa pengecualian mau desa besar atau desa kecil kita sama ratakan dulu, tentunya itu diluar Dana Desa,” tegas pria hobi olahraga badminton tersebut.

Sehingga kalau setiap desa dan kelurahan dianggarkan Rp 5 miliar dikali 240 maka totalnya Rp 1,2 triliun hingga masih ada sisa hingga Rp 800 miliar.

“Nah, sisanya tersebut masih kita gunakan untuk pembangunan segala prioritas. Contohnya begini, jalan poros dari Lalan menuju Sungai Lilin sekitar 60 kilometer, kalau kita mau bangun dengan daya tekan K300 supaya mobil bertonase 15 ton itu bisa lewat dengan lebar 6 meter panjangnya 60 kilometer itu kita harus mengalokasikan paling tidak Rp 200 miliar. Dengan anggaran Rp 200 miliar itu kalau kita alokasikan dalam 2 tahun, artinya kita menganggarkan jalan tersebut Rp 100 miliar pertahunnya. Jadi dalam waktu 2 tahun problem jalan poros dari Kecamatan Lalan ke Kecamatan Sungai Lilin selesai. Kemudian jalan dari Simpang Kelurahan Mangun Jaya menuju Desa Keban 1, Macang Sakti dan Lubuk Bintialo itu rusak jugo panjangnya sekitar 60 kilometer juga kita bangun tahun pertama Rp 100 miliar dan tahun kedua Rp 100 miliar, maka dalam dua tahun jalan itu akan mulus, begitu juga dengan daerah-daerah lainnya,” papar sarjana lulusan Fakultas MIPA Jurusan Matematika Universitas Sriwijaya tersebut.

Baca Juga :   38 Anak Miskin Gratis Operasi Bibir Sumbing

Kemudian ada lagi mengenai Jembatan menuju Desa Rantau Kroya Kecamatan Lais MUBA yang menjadi keluhan warga, karena pembangunan jembatan terebut hingga sekarang belum selesai sekarang hanya ada tiang-tiangnya saja.

“Nantinya kita alokasikan anggaran Rp 100-150 miliar untuk jembatan tersebut sehingga Kabupaten PALI menuju Kabupaten MUBA itu terbuka tidak terisolasi seperti sekarang ini. Jika itu nantinya sudah terkoneksi maka orang dari Kabupaten PALI akan mudah ke Lais kemudian ke Kecamatan Keluang hingga ke Bayung Lincir, sehingga arus transportasi akan semakin baik dan roda perekonomian berjalan normal akibatnya masyarakat Muba lebih sejahtera lagi,” harapnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Delapan Tahun Berdiri, Dirut PT SBS Apresiasi Seluruh Karyawan

Muara Enim, KoranSN PT Satria Bahana Sarana (SBS) yang merupakan grup PT Bukit Asam Tbk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!