Tolak Hasil Kesepakatan, Pihak Abu Tour Sempat Kabur

Calon jamaah umroh saat mendatangi Kantor Abu Tours Cabang Palembang di Jalan Inspektur Marzuki, Pakjo Palembang yang saat ini telah dibuka, beberapa waktu yang lalu. (Foto-Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sumsel memanggil pihak Abu Tours, Kamis (7/3/2018) di Kantor Kemenag Sumsel, Jalan A Rivai Palembang. Namun saat diskusi berjalan alot, salah satu perwakilan dari pihak Abu Tour kabur saat hendak menandatangani nota hasil kesepakatan.

Namun, aksi tersebut bisa dihentikan sejumlah petugas keamanan yang mengetahui pihak Abu Tours tersebut hendak menuruni tangga pintu keluar.

“Saya ini hanya staf biasa, jangan sampai nanti ada kesalahan kalau saya tandatangan. Saya hanya menyampaikan saja apa yang disampaikan pimpinan,” kata Andi Akbar selaku pihak perwakilan Abu Tour.

Andi Akbar berjanji, pihaknya tetap akan memberangkatkan calon jamaah sesuai jadwal. Hanya saja, keberanian diprioritaskan bagi calon jamaah umroh yang bersedia mengikuti maklumat dengan membayar dana tambahan mulai Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per orang.

Ia melanjutkan, sedangkan calon jamaah yang tidak mau menambah uang diberangkatkan mulai Oktober 2018.

Andi Akbar mengatakan, Abu Tours akan tetap memberangkatkan calon jamaah umroh yang sempat tertunda. Pada tahap pertama, sebanyak 50 calon jamaah asal Sumsel akan berangkat umroh pada, Kamis (8/3/2018). kemudian disusul beberapa kloter lainnya pada bulan ini.

“Tapi yang berangkat yang mengikuti maklumat, ada nambah Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Sedangkan yang tidak mengikuti maklumat, kita berangkatkan mulai Oktober tahun ini, tapi disesuaikan regulasi Kemenag. Untuk bulan ini ada 400 calon jamaah asal Sumsel yang akan kita berangkatkan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel M Alfajri Zabidi mengatakan, penolakan tandatangan tersebut, pada isi kesepakatan poin kedua yang berisikan, Pihak Abu Tour berkomitmen untuk tetap memberangkatkan calon jamaah umroh, baik calon jamaah bersedia ataupun tidak menambah biaya. Dimana, tidak ada keharusan dari calon jamaah umroh untuk menambah biaya dari yang sudah disepakati awal.

“Selain menolak kesepakatan, pihak Abu Tour yang diwakili saudara Andi Akbar ini malah menuliskan kalimat baru untuk menggantikan poin kedua itu. Dari kalimat itu, tertulis ‘Abu Tours tetap meminta tambahan kepada jemaah’. Tentu usulan kalimat saudara Andi Akbar kita tolak karena merugikan jamaah,” ungkap Zabidi.

Baca Juga :   Lomba Cerdas Tepat Tingkat Pelajar Meriahkan HUT ke-42 Bukit Asam

Zabidi menilai, Andi Akbar selaku perwakilan Abu Tours terkesan tidak menghormati pertemuan dan hasil kesepakatan awal.

“Ya, silakan saja tidak mau tandatangan, Abu Tours kan memang ilegal di Sumsel. Padahal, surat itu hasil yang sudah kita sepakati bersama. Kan dia (Andi Akbar-red) sendiri tadi yang bilang Abu Tours tidak mengharuskan menambah biaya, kan itu artinya sukarela. Tapi kenapa masih mau minta tambahan lagi, sampai dua puluh juta begitu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Kemenag Sumsel menyesalkan sikap Abu Tours yang dinilai tidak kooperatif dan tidak berkomitmen dalam menyelesaikan masalah ribuan jemaah umroh asal Sumsel yang gagal berangkat. Pihak Abu Tours semestinya mencari solusi tanpa merugikan para calon jamaah umroh di Sumsel.

“Kami minta Abu Tours jangan beroperasi dan mencari jamaah lagi di Sumsel karena ilegal. Selebihnya, berangkatkan jamaah, jangan bebani lagi dan jangan tambah biaya lagi,” tandasnya. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Penyuluh Hukum Madya Kanwil Kemenkumham Sumsel Jadi Narasumber di Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Penyuluh Hukum Ahli Madya Kanwil Kemenkumham Sumsel, Nursyiah menjadi narasumber pada kegiatan Peniadaan/Kekerasan …

error: Content is protected !!