Tonjolkan Palembang Darussalam, Tari Sambut Bakal Diganti

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sudirman Tegoeh. (foto-rika/koransn)

Palembang, KoranSN

Guna menonjolkan Kota Palembang sebagai Palembang Darussalam, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kebudayaan Kota Palembang rencananya bakal mengganti tari sambut yang selama ini ditampilkan saat melakukan sambutan kepada tamu yang datang yakni Tari Gending Sriwijaya dengan tari sambut yang baru. Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sudirman Tegoeh menjelaskan, nantinya tarian baru ini disebut sebagai Tari Palembang Darussalam.

“Rencananya sudah ada, sebab kalau kita perhatikan gerakan tarian yang selama ini dipakai untuk menyambut tamu yang datang, itu sama sekali tidak mencerminkan Palembang yang Darussalam seperti yang kenal selama ini. Untuk itu kedepan tari sambut ini akan kita ganti dengan tari sambut yang lebih ada nilai Islami, yang benar-benar menonjolkan Palembang Darussalam,” ungkapnya, Rabu (15/3/2017).Menurut Sudirman, sebagai masyarakat yang mayoritas beragama Islam, sudah waktunya Palembang mempunyai tarian sendiri. Dimana nantinya gerakan, lagu atau musik pengiring dan pakaian yang dipakai penari tentunya bernuansa Islami.

“Selama ini kalau ada tamu atau penyambutan pakai tari Gending Sriwijaya atau tari Tanggai. Padahal tarian itu bukan adat istiadat kita,  mulai dari gerakan, pakaian penari dan musik dalam tari Gending Sriwijaya indentik dengan ajaran agama lain yakni Hindu-Budha,” tuturnya.

Dalam perencanaan ini, sambung Sudirman, pihaknya akan menggandeng seniman dan budayawan Palembang, terkait gerakan tari sambut yang baru nanti. “Kami sudah melakukan koordinasi juga dengan sejumlah ahli tari, seniman serta budayawan, sebab mereka inilah yang lebih paham. Alhamdulillah, mereka 100 persen mendukung. Nanti kita lombakan untuk cipta tari Sambut Palembang Darussalam ini. Perlombaan tersebut akan digelar setelah pemilihan Duta Budaya, sekitar akhir bulan April mendatang,” jelasnya.

Baca Juga :   4 Rumah di 8 Ulu Rusak Berat Diterpa Puting Beliung, Warga Harapkan Uluran Tangan

Ia menambahkan, jika nanti tarian ini sudah resmi dibuat, tari Sambut Palembang Darussalam akan diperkenalkan ke masyarakat luas, termasuk di pelajari di sekolah-sekolah. Sedangkan untuk tari Gending Sriwijaya tetap akan dipakai oleh Pemerintah Provinsi Sumsel. “Tari Gending Sriwijaya nanti ditarik Pemprov Sumsel. Nah, Tari Sambut Palembang Darussalam akan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda),” tutupnya.

Terkait rencana ini, Ketua Dewan Kesenian Palembang, Vebri Al-Lintani mengatakan, ia mendukung penuh hal tersebut.  Sebab menurutnya Palembang sebagai daerah otonom harus memiliki tari sendiri, makanya nilai-nilai yang ada bukan berasal dari Kerajaan Sriwijaya tetapi nilai-nilai Palembang Darussalam yang Islami.

“Kita harus punya tari yang lebih menjiwai nilai Islami. Sebenarnya kami sudah membicarakan ini sudah lama, sejak pemerintahan sebelumnya, Alhamdulillah sekarang Dinas Kebudayaan Palembang merespon baik. Bahkan saat ini sudah mengumpulkan ahli-ahli tari,” imbuhnya.

Vebri menuturkan, Tari Gending Sriwijaya dibuat sebagai sambutan untuk Pemerintah Jepang, pertama kali ditarikan di depan Masjid Agung, tepatnya tujuh hari sebelum kemerdekaan. Setelah itu, tari ini menjadi tari sambut di Sumsel. Gerakan tari ini diciptakan Tina Haji Gong dan Sukainan A Rozak. Lagu Gending Sriwijaya adalah lagu Sriwijaya Jaya yang diciptakan oleh A Dahlan M. Sedangkan syair lagu Gending Sriwijaya diciptakan oleh tim yang diketuai oleh Nungtjik AR, ketika itu menjabat sebagai Kepala Kantor Hadohan (Departeman Panerangan Jepang).

Baca Juga :   Soroti Upaya Dodi Reza Dongkrak Harga Karet

“Namun, pada 1965 PKI meletus karena Nungtjik AR, si pencipta syair lagu Gending Sriwijaya terlibat PKI, setelah itu hampir beberapa lama tari ini tidak mainkan, untuk menutupi tari sambut, maka gerakan tari Gending Sriwijaya lagunya diganti lagu  Enam Bersaudara, jadilah tari Tanggai yang sering ditarikan saat acara pernikahan. Tari Gending Sriwijaya kemudian dimantapkan sebagai tari sambut tamu agung, sedangkan tari Tanggai untuk tamu biasa,” terangnya. (tya)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

21 Rumah di Banyuasin Terendam Banjir

Palembang, KoranSN Sebanyak 21 rumah warga yang berlokasi di Kelurahan Seterio Kabupaten Banyuasin III, Senin …