Tusuk Isteri, Kakek Nasarudin Huni Hotel Prodeo

Tersangka saat diamankan ke Mapolsek Penukal Abab. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN
Ada-ada saja kelakuan Nasarudin (65), warga Desa Babat Kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Dengan alibi karena emosi dan khilaf, Nasarudin tega menusuk isteri ketiganya. Akibatnya, kakek yang sudah memiliki empat orang cucu dan dua orang cicit ini harus menginap di Hotel Prodeo (penjara) Mapolsek Penukal Abab.

Sementara, sang isteri yang bernama Kenangan mengalami dua luka tusukan di bagian tangannya.

Dari pengakuan Nasarudin, kejadian berdarah yang nyaris merenggut nyawa isteri ketiganya itu berawal saat tersangka pulang kerja dari kebunnya, namun baru saja sampai di rumah, sang isteri mendesak untuk segera membuat acara pernikahan anaknya yang sudah lama melangsungkan lamaran.

Baca Juga :   Jambret Polwan, Residivis Dibekuk Lagi Main Burung

“Saat itu aku khilaf, ketika isteri aku mendesak agar segera menikahkan anaknya, aku tersinggung.

Karena saat menyampaikannya, ketika aku masih capek pulang kerja dan juga dia (korban) tidak mau tahu akan keadaan ekonomi keluarga saat ini. Karena kesal, membuat aku gelap mata dan saat melihat pisau dapur, lalu aku tusukan ke arah isteri saya,” kata Nasarudin.

Setelah melihat darah keluar dari luka isterinya, membuatnya sadar akan kesalahannya. Sehingga ia langsung meminta diantarkan tetangga ke Mapolsek Penukal Abab.

“Aku nyesal Pak! Aku minta maaf kepada isteri aku, karena aku khilaf,” sesalnya.
Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Penukal Abab, AKP Denni NS mengatakan, tersangka saat ini telah diamankan pihaknya. Dimana kejadian tersebut terjadi, Minggu lalu (22/10/2017).

Baca Juga :   Tour Guide Bioskop Dianiaya Penonton

“Kasus ini kita tangani, untuk tersangkanya kita kenakan Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara. Kasus ini bukan merupakan kasus KDRT, sebab antara korban dan tersangka tidak memiliki surat nikah, meskipun dari pengakuan tersangka korban merupakan isteri ketiganya. Untuk motifnya murni emosi dan spontan, apalagi anaknya mau nikah namun keuangan keluarga belum mampu untuk menikahkan anaknya tersebut,” jelas Denni. (ans)



Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

KPK Dalami Aliran Uang Suap Gubernur Maluku Utara

Jakarta, KoranSN Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang mendalami aliran uang suap yang diterima …

error: Content is protected !!