UMK Gost To Mall Targetkan Transaksi Rp 1,5 Miliar









Jpeg

Palembang, SN

Sebagai ajang promosi untuk lebih memperkenalkan produk usaha kecil menengah (UMK), Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumsel kembali menggelar ajang Koperasi dan UKM Goes to Mall yang diselenggarakan di auditorium Palembang Square (PS). Pada ajang yang digelar selama empat hari mulai 20-23 Agustus tersebut diikuti sebanyak 85 stand UKM yang tersebar di Sumsel dengan target transaksi mencapai Rp 1,5 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumsel Ahmad Rizali menuturkan Koperasi dan UKM Goes to Mall diadakan kembali sejak 2012 yang ditujukan sebagai media promosi produk unggulan asli daerah. Diharapkan melalui ajang ini pelaku UKM mampu memperkenalkan produknya hingga menembus pasar modern.

“Ini merupakan salah satu langkah guna memajukan perkoperasian dan UKM di Sumsel, seperti kita ketahui produk asli daerah masih banyak yang berpotensi yang bila dorong bisa menembus pasar modern,” katanya usai membuka pemeran, Kamis (20/8).

Dikatakannya, setiap tahun digelar ajang Koperasi dan UKM Goes to Mall selalu mengalami peningkatan baik dari transaksi,jumlah peserta hingga kualitas produk yang ditampilkan. Untuk itu, dia ajang ini pihaknya hanya ingin menampilkan para pelaku UKM yang memiliki potensi untuk berkembang serta selalu menjaga mutu dan kualitas produknya.

Baca Juga :   12 Persen Anak Usia Sekolah Belum Bersekolah

“Adapun target transaksi yang diusung pada pemeran kali ini sebesar Rp1,5 M, tentunya kita optimis dengan capaian itu karena trennya memang selalu meningkat,” lanjutnya.

Menurutnya, Koperasi dan UKM Goes To Mall 2015 tahun ini selain diikuti oleh stand lokal juga diisi oleh beberapa stan dari luar daerah dan kota lain seperti Bandung, Bogor dan
Jakarta.

Dia menambahkan, jumlah stan yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut juga bertambah dibandingkan tahun lalu. Karena dengan tinggi minat peserta, maka dia mengaku optimistis kegiatan tersebut sukses lantaran animo masyarakat pun cukup baik.

“Kita harap ajang ini menjadi daya tarik masyarakat yang ingin mengetahui seperti apa kualitas produk asli daerah kita , kami harap konsumen bisa bangga dengan membeli produk lokal ketimbang luar negeri,” ungkapnya.

Baca Juga :   Resmikan Masjid di Banyuasin, Herman Deru Disambut Sukacita Oleh Anggota Muslimat NU

Lebih lanjut dikatakannya, kondisi perkembangan bisnis UKM di Sumsel masih terus berkembang positif meski pengaruh perlambatan ekonomi juga berimbas pada Sumsel sejak turunnya sejumlah harga komoditas. Secara kuantitas pelaku UMK di Sumsel mencapai 235 ribu yang tersebar diberbagai bidang usapa seperti kuliner, kebutuhan primer, kerajinan, sandang dan pangan.

“Rata-rata nilai omzet mereka mencapai Rp300 juta pertahun, tentunya perkembangannya ditiap daerah berbeda-beda,” tukasnya.

Menurut Rizali, saat ini yang masih menjadi kendala pelaku UMK yakni beberapa persoalan klasik seperti tingkat SDM dan eksistensi produk yang tak mampu berkompetitif.

“Karenanya kami terus mendorong pelaku UKM ini agar tetap bisa kompetitif dipasar, mereka sering kami undang dan menggelar pelatihan berbagai keterampilan pemasaran, termasuk dengan mendorong produk-produk mereka bisa tampil di pasar-pasar modern melalui pamaran,” pungkasnya. (yun)











Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Forkompinda Banjarnegara Sholat Id di Alun-alun Kota

Banjarnegara, KoranSN Pada perayaan Idul Fitri 1445 H ribuan masyarakat Banjarnegara datang ke Lapangan Denggung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!