UMKM Sulit Dapat Dana dari Bank





Diskusi UMKM di D'Fab and Cafe. (Foto-Soimah/Koransn.com)
Diskusi UMKM di D’Fab and Cafe. (Foto-Soimah/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Berbagai kesulitan dihadapi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha salah satu kendala adalah sulitnya mendapatkan pinjaman dana dari perbankan. Untuk itu Bank Indonesia (BI) memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM agar mudah mengakses pendanaan dari pihak perbankan. Hal tersebut dikatakan Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia wilayah Sumsel, Hari Widodo saat diskusi Forum Jurnalis Sumsel dengan tema Kemudahan akses pendanaan terhadap UMKM Sumsel, di D’Fab Social and Cafe, kemarin.

Menurutnya, kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 50 &. Karna itu sebagai bentuk perhatian BI terhadap para pelaku UMKM, BI mencoba untuk memberikan pembinaan pada UMKM yang bergerak pada sektor ketahanan pangan. Terlebih pelaku UMKM di sektor pangan yang menjadi penyumbang inflasi daerah seperti Cabai dan Bawang.

Baca Juga :   Rp 195 Ribu Halal bi Halal di The Excelton

Guna melancarkan akses pendanaan bagi UMKM, para pelaku usaha diharapkannya, dapat membuat laporan keuangan sederhana terkait usahanya ketika hendak melakukan pengajuan kredit. Sehingga pihak perbankan akan memberikan kemudahan UMKM dalam mendapatkan pinjaman dana usaha.

Mikro Banking Head Bank Mandiri Kanwil II Palembang, Toto Supriadi mengatakan, Bank Mandiri juga saat ini fokus untuk mengarap dan mengembangkan UMKM hingga kini terus berupaya menyalurkan kredit pada masyarakat seperti pada pedagang-pedagang kecil. Untuk para pedagang kecil bisa mendapatkan pinjaman hingga Rp 25 juta. Bank Mandiri membiayai untuk perdagangan umum dan juga untuk komoditas seperti sawit dan 60 % porsi kredit disokong oleh UMKM. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan Bank Mandiri adalah memberikan pelatihan pada 60 penyukit songket di kawasan Ogan Ilir.

Baca Juga :   PT SB Kurban 23 Ekor Sapi

Sementara itu salah satu pelaku UMKM, Herman menambahkan, kendala terbesar yang dihadapi para pelaku UMKM terkait dengan modal atau pendanaan yang berasal dari bank. Sehingga untuk mendapatkan modal biasanya para pelaku meminjam dari pihak ketiga dengan bunga cukup tinggi hal tersebut sangat membebani para pelaku dalam menjalankan usaha.

“Karena itu kami meminta kepada pihak perbankan untuk memberikan akses kemudahan dalam memberikan pinjaman kepada para pelaku usaha terutama usaha kecil,”pungkasnya. (ima)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Minyak Naik di Sesi Asia Setelah OPEC+ Akan Tinjau Penambahan Pasokan

Melbourne, KoranSN Harga minyak naik di sesi Asia pada perdagangan Jumat (3/12/2021) pagi, memperpanjang kenaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.