Ungkap Pidana Dugaan Beras Oplosan di Bulog Lahat, 8 Saksi Diperiksa







Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto didamping Waka Polda Sumsel, Brigjen Pol Asep Suhendar dan Direskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Irawan David Syah saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Sumsel, Jumat (28/7/2017). (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Sebanyak delapan saksi telah diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel terkait dugaan beras oplosan yang ditemukan di Gudang Bulog Lahat.

Demikianlah dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto yang juga Kepala Satgas Pangan Polri saat berkunjung di Mapolda Sumsel, Jumat (28/7/2017).

Dikatakannya, kedelapan orang yang sudah diperiksa penyidik tersebut terdiri dari; lima orang saksi dari pihak Bulog Lahat dan tiga orang saksi dari warga. Dikarenakan penaganan dugaan kasus ini masih melakukan pemeriksaan saksi maka Polda Sumsel belum menetapkan tersangka, apalagi penyidik kini masih menunggu hasil uji labfor terhadap beras yang diduga dioplos antara beras mutu yang tidak baik dengan beras yang bermutu baik.

“Dari itulah untuk penetapan tersangkanya kita tunggu dulu hasil tes labfornya keluar. Sebab dalam aturannya, pencampuran beras yang dilakukan Bulog itu harus layak kuwalitasnya. Jadi dalam perkara ini apakah beras itu layak dikonsumsi atau tidak, kita masih tunggu hasil labfornya. Jika hasilnya beras tersebut tidak layak dikonsumsel barulah kita tetapkan tersangkanya. Namun jika hasil labfornya layak dikonsumsi, tentunya kita akan mengambil kebijakan yang baik terkait dugaan kasus ini,” katanya.

Masih dikatakannya, selain masih menunggu hasil labfor penyidik juga akan memeriksa saksi ahli guna mengungkap dugaan pidana terkait ditemukanya 39 ton Rastra atau yang dulunya dikenal dengan beras Raskin ini, yang barang buktinya sudah disita dan dipasang police line oleh Polda Sumsel.

Baca Juga :   Sopir Travel Tewas Saat Tunggu Penumpang

“Apabila nanti terbukti ada dugaan pidananya maka untuk tersangka yang ditetapkan akan dikenakan undang-undang perlindungan konsumsen,” tegasnya.

Dilanjutkanya, dalam proses penyelidikan dugaan kasus ini tentunya Polda Sumsel tetap mengedapankan asas praduga tak bersalah.

“Artinya, kita belum menerapkan hukuman sebelum pengadilan namun walaupun demikian, Satgas Pangan tidak pilih kasih, kalau berbuat salah kita tindak jika tidak berbuat salah maka ngak usah takut,” tandasnya. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Menko Polhukam Pastikan Kompolnas Turun Langsung Awasi Kasus Vina

Jakarta, KoranSN Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Hadi Tjahjanto memastikan …

error: Content is protected !!