Unik, Sudah Ditebang Pisang Kembali Berbuah



 Tampak pohon pisang yang sudah roboh berbuah. (foto/Fahlevi)

Tampak pohon pisang yang sudah ditebang berbuah. (foto/Fahlevi)

Empat Lawang, KoranSN

Warga di Desa Tanjung Raman, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, dihebohkan dengan pohon pisang yang berbuah pada batang yang sudah ditebang. Peristiwa ini mengundang perhatian dan penasaran warga, yang ingin melihat langsung fenomena langka tersebut.

“Pisang itu sudah ditebang, roboh dan sudah dipotong-potong, tidak lagi di dalam tanah, tiba-tiba keluar buahnya di tengah-tengah pohonnya,” ujar Darus Samin, warga setempat pemilik pohon pisang tersebut, Kamis (13/10/2016).

Samin yang masih aktif di organisasi Mapala UIN Raden Fatah Palembang ini, mengetahui keanehan dari pisang tersebut Rabu (12/10). Saat ia ke kebun di belakang rumahnya. Tiba-tiba ia terkejut melihat buah pisang timbul di batangnya, padahal sudah roboh.

Baca Juga :   Junjung Tinggi Demokrasi, Hormati Hasil Pilkades

“Buahnya tidak banyak, tidak seperti buah pisang normal (satu tandan – Red), tapi hanya satu sisir dan buahnya kecil-kecil. Saya kira tidak bisa di makan buahnya, karena tidak ada isinya,” katanya

Ia mengaku tidak mengerti kenapa buah pisang tersebut muncul di tengah-tengah batang pisang yang sudah ditebang.

Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Empat Lawang HM. Toha, menghimbau masyarakat tidak menganggap fenomena tersebut sebagai hal aneh, tetapi harus dilakukan penelitian terlebih dahulu.

“Diteliti dulu pohon pisang yang roboh tersebut, jika pohon itu masih hidup dan segar, yakin akan berbuah, Namun, jika pohon pisang tersebut sudah mati dan berbuah, itu berarti tanda-tanda kekuasaan Allah yang ingin memperlihatkan kepada umatnya. Jadi, jangan beranggapan syirik, apalagi membesar-besarkan ilmu lebih dari kekuasaan Allah Swt,” ungkapnya. (foy)

Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

H Bobi Caleg Nasdem OKI Terpilih Kembali untuk Kali Kedua

Kayuagung, KoranSN Bisa bertahan menjadi legislator hingga dua periode tidaklah mudah, apalagi dengan dinamika politik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!