Universitas Nanibili Nusantara Bantu Pemda Sorong Tangani Stunting



Dia menyebutkan, Tim Pendamping Keluarga Berisiko Stunting adalah tim yang terdiri dari bidan, kader Tim Penggerak PKK dan Kader KB/IMP.

Ini kita sudah bentuk dan mereka bertugas di keluarga yang berisiko stunting di lokus yang telah ditentukan,” sebut Mosso.

Mosso menyampaikan bahwa pihaknya menerapkan delapan aksi konvergensi stunting sehingga hasil capaian stunting bisa terealisasi secara maksimal.

Lokus stunting 2023, kata Mosso, pemerintah fokus penanganan stunting pada delapan distrik dengan target penanganan adalah keluarga resiko stunting.

“Delapan distrik itu antara lain Distrik Malawele sebanyak 372 keluarga dengan jumlah anak stunting 40 dan prevalensinya 6,54 persen, kemudian di Distrik Malasom berjumlah 289 dengan jumlah anak stunting sebesar 34 anak kemudian angka prevalensinya adalah 6,75 persen,” sebut Mosso.

Menurut Mosso, kendati pun menjadi urutan satu dalam penanganan kasus ini, tetapi pekerjaan rumah tetap dilanjutkan dengan memperkuat strategi penanganan kasus ini hingga mencapai angka 19 persen pada 2023, dan bila perlu mencapai target nasional sebesar 14 persen pada 2024.(Antara/ded)

Baca Juga :   Dinkes Targetkan Anak 12 Tahun Diberikan Vaksin COVID



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Dinkes: Kasus DBD di Kota Tangerang Awal Tahun Menurun

Tangerang, KoranSN Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten, mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) pada awal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!