Untuk Apa Kaya Kalau Didapat dari Korupsi?

Ilustrasi. (foto-net)

TAMPAKNYA harus ada perubahan besar dalam hal ketegasan, agar oknum pejabat bermental korupsi jera untuk tidak terus menggerogoti Bangsa ini. Karena saat ini, masih ada oknum pejabat dan mantan pejabat yang masih bernafas lega dengan kondisi penegakan korupsi sekarang.

Bisa jadi selama ini kondisi hukum yang masih lemah untuk para koruptor, menyebabkan orang tidak takut untuk terus mengambil uang yang bukan haknya. Karena orang akan berpikir tak apa untuk korupsi, karena hukuman tak akan lama.

Kedepan KPK diminta lebih tegas dan jangan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi dan kasus suap. KPK harus menindak tanpa pandang bulu. Jangan biarkan rakyat jadi penonton saat kekayaan Negeri ini diambil oknum pejabat yang terus haus dengan kekayaan.

Tak habis Negeri nan kaya raya ini dengan kasus korupsi. Tenggelam satu kasus, muncul lagi masalah yang lain. Seakan tak ada lagi takutnya oknum pejabat untuk terus mengambil uang yang bukan haknya.

Baca Juga :   Jelang Asian Games, Harusnya Sungai Musi Dibersihkan

Kalau mau jujur, untuk apalah terlalu kaya di dunia yang fana ini. Karena saat kita mati, hanya selembar kain kafan warna putih yang menemani kita. Sangat mengherankan kalau masih banyak oknum pejabat seakan berlomba-lomba berebut uang (uang milik rakyat). Memperkaya diri sendiri dengan cara korupsi, semuanya akan dipertanggungjawabkan.

Korupsi adalah masalah besar yang dihadapi negara-negara dengan perkembangan ekonomi pesat, termasuk di Negeri kita. Untuk itu peran masyarakat, pers, dan tentu saja penegak hukum (KPK, Polisi dan Jaksa) sangat diperlukan.

Rakyat harus protes, bergerak dan berteriak dengan ketidakadilan karena korupsi, karena korupsi tidak hanya merampok hak asasi masyarakat miskin, melainkan juga menciptakan masalah pemerintahan dan instabilitas.
Tata pemerintahan pasti terganggu kalau masih ada oknum pejabat yang terus menerus tak mau merubah praktek korupsi.

Baca Juga :   Makin Perih dan Pedih di Mata

Tetapi yakinlah, mengambil yang bukan hak kita, tak akan berkah. Apalagi kalau mengambil hak rakyat banyak. Sangat mudah bagi Sang Khalik untuk menghilangkan lagi harta yang diperoleh dari cara korupsi. (Agus Harizal Alwie Tjikmat)

 

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

COVID-19 Masih Memerlukan Perhatian yang Tinggi

  DI penghujung tahun 2020, permasalahan COVID-19 masih memerlukan perhatian yang tinggi, walaupun secara umum …