Upah Pembantu Rumah Tangga Bantu Tingkatkan Inflasi

Kepala BPS Provinsi Sumsel, Yos Rusdiansah saat diwawancarai. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN 
Upah pembantu rumah tangga merupakan penyumbang tertinggi inflasi, sebab hal ini terlihat dari perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Perkotaan di Kota Palembang pada bulan Oktober 2017. Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, Yos Rusdiansah, Rabu (1/11/2017).

Menurutnya, komponen inti (core) pada Oktober 2017 mengalami inflasi sebesar 1,98 persen. Dimana, komponen harganya diatur pemerintah (administered prices) mengalami inflasi 5,92 persen dan komponen bergejolak (volatile) mengalami deflasi -0,15 persen.

Sedangkan untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga dan menyumbang andil inflasi terbesar di Palembang antara lain; beras, jeruk, cabe merah, udang basah dan upah pembantu rumah tangga.

Lanjutnya, kemudian komponen diatur pemerintah, inflasi 0,0223 persen dengan komuditas penyumbang tertinggi, bahan bakar rumah tangga dan roko kretek filter. Kemudian, komponen bergejolak, deflasi -0,0277 persen dengan komoditas penyumbang tertinggi daging ayam ras dan bawang merah.

Baca Juga :   Kejahatan Curat dan Kasus Pembunuhan Masih Tinggi di Sumsel

“Dari data tersebut upah pembantu rumah tangga serta daging ayam ras dan bawang merah adalah penyumbang tertinggi bagi peningkatan inflasi di Kota Palembang,” ungkap Yos.

Dikatakannya, pada bulan Oktober 2017 Kota Palembang mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Jadi, perbandingan inflasi tahunan di Palembang sampai dengan saat ini adalah sebesar 1,86 persen.

Angka tersebut lebih rendah dari inflasi tahun 2016 sebesar 2,41 persen, begitu juga dengan year on year, Oktober 2017 tehadap Oktober 2016 sebesar 3,13 persen. Dimana angka ini lebih rendah dari inflasi year on year Oktober 2016 terhadap Oktober 2015, yang jumlahnya sebesar 4,27 persen.

“Kalau dilihat inflasi tahun kalender kumulatif sampai dengan Oktober 2017 adalah sebesar 1,86 persen. Jadi, Inflasi year on year terhadap Oktober 2017 dan Oktober 2016 sebesar 3,13 persen,” jelasnya.

Sedangkan Inflasi pada oktober 2017 di Kota palembang, ia melanjutkan, disebabkan kenaikan indek harga pada enam kelompok pengeluaran, diantaranya; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,33 persen. Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen, kelompok makanan jadi seperti; minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,07 persen. Sementara kelompok sandang sebesar 0,03 persen.

Baca Juga :   Keluarga dan Orang yang Kontak dengan 5 Pasien Positif Covid-19 di Sumsel Dipantau

Sambungnya, untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

“Kalau kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks harga sebesar -0,12 persen,” tandas Yos. (rgn) 

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Masyarakat Dinilai Telah Sadar Pentingnya Keamanan Pangan

Palembang, KoranSN Pemerintah Kota Palembang menilai bahwa pentingnya keamanan pangan dari bahan-bahan berbahaya saat ini …