Upaya Pencegahan Korupsi Wujudkan Pilkada Berintegritas



KPK mencatat banyak kasus tindak pidana korupsi terungkap pada saat tahun politik pada 2015, 2017, dan 2018 sebagaimana hasil Survei Benturan Kepentingan dalam Pendanaan Pilkada oleh Direktorat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) KPK.

Bahkan pada 2018, KPK telah menangkap 30 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.
Soal pelaksanaan pilkada, Firli menyoroti masalah pendanaan pilkada, yakni adanya kesenjangan antara biaya pilkada dengan kemampuan harta pasangan calon kepala daerah. Artinya, total harta pasangan calon kepala daerah tidak mencukupi biaya pilkada.

Berdasarkan survei KPK tersebut, total harta rata-rata satu pasangan calon adalah Rp18.039.709.967 bahkan ada satu pasangan calon yang memiliki harta minus Rp15.172.000.

Baca Juga :   Diduga Ada Pungli Parkir di Pasar Sako, Puluhan Jukir Diamankan Polda Sumsel

Padahal sebagaimana wawancara mendalam dari survei itu untuk bisa mengikuti tahapan pilkada, setiap pasangan calon di tingkat kabupaten/kota harus mempunyai dana Rp5 miliar sampai Rp10 miliar.

Bahkan, jika ingin menang pilkada di tingkat kabupaten/kota tersebut, setiap pasangan calon harus mempunyai uang Rp65 miliar.

“Ada juga yang ngomong kalau mau ideal menang di pilkada itu bupati/wali kota setidaknya punya uang Rp65 miliar. Padahal, punya uang hanya Rp18 miliar, artinya minus mau ‘nyalon’ saja sudah minus,” ungkap Firli.

Baca Juga :   Puluhan Kafe di Palembang Digeledah Polda Sumsel, 6 Pengunjung Diamankan

Selanjutnya, dari temuan survei KPK juga memperlihatkan bahwa pada 2017 terdapat 82,6 persen calon kepala daerah/wakil kepala daerah menyatakan adanya donatur dalam pendanaan pilkada. Sedangkan pada 2018 sebanyak 70,3 persen juga menyatakan hal yang sama. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pasti Akan Ada Tersangka Lagi Dalam Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Palembang, KoranSN Dalam penyidikan dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang kedepannya pasti akan ada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.