Upaya Tiada Henti Membangkitkan “Travel Bubble”



Lagoi Bay, salah satu kawasan pariwisata berskala internasional di Kabupaten Bintan, Kepri sepi pengunjung sejak pandemi. (Foto-Antara)

Bintan, KoranSN

Gairah pariwisata di Kabupaten Bintan dan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau seolah muncul kembali setelah Menteri Pariwisata Sandiaga Uno meresmikan program “travel bubble” atau gelembung perjalanan.

24 Januari 2022 saat kebijakan gelembung perjalanan wisata dari Singapura ke Lagoi, Bintan dan Nongsa, Batam mulai diberlakukan, kasus aktif COVID-19 di Kepri baru mencapai 28 orang.

Antusiasme “travel bubble” membuka peluang turis asal Singapura dapat berwisata di kawasan wisata berskala internasional Lagoi dan Nongsa semakin tinggi seiring dengan pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Namun sayangnya, pertemuan bilateral itu tidak membahas soal “travel bubble”, melainkan “Flight Information Region”, pertahanan keamanan, dan perjanjian ekstradisi.

Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua, yang juga pernah menjadi pengusaha di sektor pariwisata itu berpendapat isu “travel bubble” tenggelam ketika Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong hanya menyepakati dua hal yakni “Flight Information Region” dan perjanjian ekstradisi.

Baca Juga :   Kemenparekraf Gelar Pelatihan Daring Gratis Bagi Pelaku Usaha Spa

Padahal pertemuan di Lagoi itu merupakan kesempatan strategis untuk kedua pemimpin negara tersebut membahas “travel bubble”. Kesepakatan mereka tentu akan ditindaklanjuti oleh bawahannya.

“Sama sekali (pertemuan Presiden RI dengan PM Singapura) tidak menyepakati soal ‘travel bubble’, melainkan dalam kesempatan lain PM Singapura lebih tertarik dengan ‘Vaccinated Travel Lane’. Ini berulang kali disampaikan kepada publik,” ujarnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Pemprov Riau Tawarkan 12 Destinasi Wisata Pada Libur Lebaran 2024

Pekanbaru, KoranSN Dinas Pariwisata Provinsi Riau menawarkan 12 destinasi wisata berupa wisata alam, budaya, sejarah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!