Usai Minum Miras, 2 Tewas 1 Kritis

Jenazah Shinta saat akan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Zulkarnain (46), warga Jalan Sungai Tawar Palembang dan Shinta (25), warga Jalan Si Bolang Dat Basa Bukti Tinggi Sumatera Barat tewas usai minuman keras (Miras) beralkohol. Selain kedua korban, Eji Arif (29), warga Indralaya Utara Ogan Ilir kondisinya kritis di IGD Rumah Sakit Bhayangkara Palembang juga dikarenakan usai menenggak Miras.

Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda, Selasa (6/3/2018) mengungkapkan, kejadian yang menewaskan dua korban dan satu orang kritis tersebut terjadi di lokasi berbeda.

Awalnya, korban Zulkarnain ditemukan tewas, Senin malam (5/3/2018) pukul 22.00 WIB di Jalan Griya Hero Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang. Sementara korban Shinta ditemukan tewas di kawasan Pasar Km 5 Palembang, Selasa pagi (6/3/2018) pukul 09.00 WIB, yang saat itu didekat korban Shinta terdapat korban Eji Arif.

“Jadi kedua korban yang meninggal dunia dan satu kritis ini lokasi kejadiannya berbeda. Bahkan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diketahui jika korban yang tewas dan kritis, semuanya diduga keracunan Miras yang telah mereka tenggak,” katanya.

Diungkapkan Kapolsek, berdasarkan keterangan saksi yang telah diperiksa juga diketahui jika untuk korban Zulkarnain, tewas setelah sebelumnya menenggak Miras di kawasan Pasar Cinde. Sedangkan korban Shinta dan Eji Arif, keduanya juga usai menenggak Miras di kawasan Pasar KM 5.

Baca Juga :   Buronan Interpol Rusia Melarikan Diri Dari Kanim Ngurah Rai-Bali

“Kalau korban Zulkarnain, seusai minum Miras di Pasar Cinde, korban sempat berjalan dan naik ojek ke Jalan Griya Hero Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang, di lokasi inilah korban meninggal dunia. Sedangkan untuk korban Shinta dan korban Eji Arif, keduanya menenggak Miras secara bersamaan di kawasan Pasar KM 5,” ungkapnya.

Lanjut Kapolsek, dengan adanya kejadian tersebut kini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kepastian penyebab korban tewas. Tapi untuk sementara ini, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, dugaannya yakni Miras. Nah, apakah Miras tersebut oplosan atau bukan, hal itu masih kami lakukan penyelidikan. Sedangkan untuk dua korban yang tewas dan satu kritis sudah kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” tandasnya.

Sementara Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kompol dr Mansury mengatakan, dari pemeriksaan terhadap kedua jenazah korban yang meninggal dunia pihaknya tidak mendapatkan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Begitu juga dengan korban yang kritis dan kini dirawat di IGD, juga tidak ditemukan tanda kekerasan.

Baca Juga :   KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Banding Eks Anggota KPU Wahyu Setiawan

“Dari para korban, jenazah Zulkarnain yang masuk ke ruang forensik, Senin malam, pada Senin pagi nya jenazah sudah dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan. Sedangkan untuk jenazah korban Shinta masih berada di ruang forensik menunggu keluarganya dari Sumatera Barat. Sedangkan korban Eji Arif yang kritis masih dirawat di IGD,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan dr Mansury, pihaknya belum dapat memastikan apakah korban yang tewas akibat dari mengkonsumsi Miras. Sebab, untuk memastikannya perlu dilakukan otopsi.

“Kalau untuk korban Zulkarnain hanya dilakukan visum luar karena pihak keluarga tidak memberikan izin otopsi. Sementara untuk korban Shinta, kami masih menunggu keluarganya, begitu juga untuk korban Eji Arif yang kini masih dirawat di IGD. Namun dari pemeriksaan sementara, para korban ini mulutnya tidak berbuih. Jadi sejauh ini, kami belum dapat memastikannya. Akan tetapi kami terus melakukan analisa dan berkoordinasi dengan penyidik dari Polsek Sukarami,” pungkasnya. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Sumsel Bongkar Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 5,6 Miliar

Palembang, KoranSN Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) membongkar kasus penyelundupan 37.804 benih …

error: Content is protected !!