Usai Tahan 4 Tersangka, Kini Polisi Bidik Tersangka Dugaan Korupsi Tugu Perbatasan di Tanjung Api-api





Kasi Tata Bangunan PUCK Palembang ‘KH’, yang merupakan salah satu tersangka dugaan korupsi tugu perbatasan di Jakabaring menutupi wajahnya dengan map saat hendak dibawa jaksa ke Rutan Pakjo Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Empat tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan tugu perbatasan di Jakabaring, Rabu (17/7/2019) dijebloskan Jaksa Pidsus Kejari Palembang ke Rutan Pakjo. Usai keempat tersangka ditahan, kini penyidik Pidkor Sat Reskrim Polresta Palembang membidik tersangka untuk proyek Tugu Perbatasan Kota Palembang di Tanjung Api-api.

Kanit Tipidkor Polresta Palembang, Iptu Hamsal menegaskan, dalam dugaan kasus korupsi tersebut, ada dua lokasi tugu perbatasan yang diduga terjadi tindak pidana korupsi, yakni tugu perbatasan di Jakabaring dan tugu perbatasan Kota Palembang di Tanjung Api-api.

“Untuk tugu perbatasan di Jakabaring, keempat tersangka sudah kami serahkan ke jaksa dan dilakukan penahanan. Sedangkan untuk Tugu Perbatasan Kota Palembang di Tanjung Api-api masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap para tersangkanya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Hamsal, di Kota Palembang sebenarnya terdapat empat Tugu Perbatasan Kota Palembang. Namun dari hasil peyelidikan yang dilakukan pihaknya, hanya tugu perbatasan di Jakabaring dan Tanjung Api-api saja yang terindikasi terjadi dugaan korupsi.

“Kalau untuk dua tugu perbatasan lainnya tidak kami temukan dugaan pidana korupsi. Jadi, yang terindikasi terjadinya dugaan korupsi hanya peroyek pembangunan tugu perbatasan di Jakabaring dan Tanjung Api-api saja,” terangnya.

Baca Juga :   Kejati Agendakan Lagi Periksa Saksi Dugaan Korupsi Kredit BSB Rugikan Negara Rp 13 Miliar Lebih

Lebih jauh dikatakan Hamsal, terkait dugaan kasus Tugu Perbatasan Kota Palembang di Jakabaring adapun empat tersangka yang telah dilimpahkan ke jaksa, yakni Kasi Tata Bangunan PUCK Palembang ‘KH’, dua kontraktor pembangunan tugu perbatasan ‘AT’ dan ‘IC’ serta ‘AS’ selaku pihak konsultan pengawas pembangunan.

“Sedangkan untuk tersangka dalam pembangunan Tugu Perbatasan di Tanjung Api-api masih lidik,” katanya.

Lanjut Hamsal, adapun pagu anggaran peroyek pembangunan Tugu Perbatasan Kota Palembang semuanya menggunakan anggaran dari APBD Pemerintah Kota Palembang tahun 2013.

“Dalam dua dugaan kasus yang kami tangani ini, kalau untuk Tugu Perbatasan di Jakabaring dan Tugu Perbatasan di Tanjung Api-api, setiap satu tugu nilai pagu anggaran pembangunannya yakni Rp 1 miliar lebih. Sedangkan untuk kerugian negara yang terjadi dalam pembangunan di dua tugu ini, masing-masing sekitar Rp 505 juta,” terangnya.

Diakui Hamsal, jika dalam proses penyelidikan pengungkapan dugaan kasus korupsi Tugu Perbatasan Kota Palembang tersebut memang pihaknya membutuhan waktu yang cukup lama, dimana penyelidikan dilakukan sejak tahun 2013 lalu. Hal ini dikarenakan selama ini pihaknya terkendala audit kerugian negara.

Baca Juga :   Asworo Terancam Hukuman Mati (Kasus Tewasnya Caterina Wiedyawati)

“Dalam audit kerugian negara, awalnya kami mengauditdi BPKP, namun setelah berjalannya waktu ternyata audit harus dilakukan oleh BPK. Untuk itulah peroses pengungkapan dugaan kasusnya memakan waktu,” tandas Hamsal.

Diberitakan sebelumnya, untuk dugaan kasus korupsi pembangunan tugu perbatasan di Jakabaring, Rabu (17/7/2019) penyidik Pidkor Sat Reskrim Polresta Palembang telah menyerahkan empat tersangka. Usai dilimpahkan, keempat tersangka ditahan jaksa ke Rutan Pakjo Palembang.

Kasubsi Penuntutan Pidsus Kejari Palembang, Hendy mengatakan, setelah keempat tersangka dilimpahkan oleh penyidik kepolisian maka langkah yang dilakukan pihaknya, yakni menahan keempat tersangka di Rutan Pakjo Palembang guna persidapan persidangan yang nantinya akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang.

“Keempat tersangka tersebut yakni; Kasi Tata Bangunan PUCK Palembang ‘KH’, dua pihak kontraktor pembangunan tugu perbatasan di Jakabaring ‘AT’ dan ‘IC’ serta ‘AS’ selaku konsultan pengawas pembangunan. Keempat tersangka ini kami tahan di Rutan Pakjo,” tegasnya.

Masih dikatakan Hendy, dalam perkara ini keempat tersangka diduga telah melakukan mark-up dalam pembangunan Tugu Perbatasan Kota Palembang tahun 2013 yang berada di Jakabaring sehingga menimbulkan kerugian negara.

“Akibat perbuatan keempat tersangka ini, negara mengalami kerugian Rp 505 juta dari proyek pembangunan Tugu Perbatasan Kota Palembang di Jakabaring, yang pagu anggaran pembangunannya senilai Rp 1 miliar lebih,” ungkapnya. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Sumsel Terus Perdalam Penyidikan Dugaan Kasus Korupsi Aktivitas Tambang Batu Bara

Palembang, KoranSN Tim Jaksa Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel terus memperdalam penyidikan dugaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!