Usut Kasus Dana Hibah Rp 2,1 Triliun, Kejagung Periksa Anggota DPRD Sumsel Periode 2009-2014

Tampak sejumlah anggota DPRD Sumsel Periode 2009-2014 diperiksa Kejagung RI di Kejati Sumsel
Tampak sejumlah anggota DPRD Sumsel Periode 2009-2014 diperiksa Kejagung RI di Kejati Sumsel. FOTO-DEDY/KORANSN

Palembang, KoranSN

Sebanyak sembilan jaksa penyidik Kejagug RI, Selasa (1/3/2016) memeriksa sejumlah anggota DPRD Sumsel Periode 2009-2014, terkait kasus dugaan dana hibah Pemprov Sumsel sebesar Rp 2,1 Triliun tahun 2013.

Pemeriksaan dilakukan di ruang tertutup di lantai satu Gedung Kejati Sumsel, pemeriksaan tersebut dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

Tampak anggota DPRD Sumsel saat itu seperti, Sakim, H Saiful Islam dan Nasrun Madang masuk ke Gedung Kejati Sumsel.

Menurut Sakim, kedatangannya ke Kejati Sumsel untuk menghadiri panggilan penyidik Kejagung RI terkait pemeriksaan yang diagendakan untuknya.

“Ya benar saya diperiksa jaksa penyidik Kejagung RI di Kejati Sumsel ini. Kami dipanggil untuk menjadi saksi dan diambil keterangannya terkait dana aspirasi yang diterima semua anggota DPRD Sumsel Periode 2009-2014. Dimana uang asprirasi untuk masyarakat ini diperoleh dari dana hibah Pemprov Sumsel dengan anggaran Rp 2,1 triliun tahun 2013,” katanya.

Baca Juga :   39 Pasang Balonkada di Sumsel Dinyatakan Sehat

Sementara Ketua Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung RI, Haryono mengungkapkan, ada sembilan jaksa penyidik Kejagung RI yang dipimpinanya melakukan pemeriksaan terhadap 62 mantan anggota DPRD Sumsel Periode 2009-2014.

“Totalnya ada 62 mantan anggota DPRD Sumsel yang diperiksa di Kejati Sumsel, pemeriksaan ini terkait kasus dugaan dana hibah Pemprov Sumsel tahun 2013. Pemeriksaa sebenarnya telah kita lakukan sejak, Senin kemarin (29/2/2016). Hari ini merupakan pemeriksaan lanjutan, kalau hari Senin kemarin, ada sekitar 20 saksi telah diperiksa. Rencananya pemeriksaan akan dilakukan selama tiga hari,” tandasnya.

Baca Juga :   Hadiri Rakerda Walubi, Herman Deru Titip Kondusifitas Sumsel

Sedangkan Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutad Julu mengutarakan, dalam hal ini Kejati Sumsel hanya memfasilitasi jaksa penyidik Kejagung RI terkait pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus dugaan dana hibah Pemprov Sumsel tahun 2013.

“Kita (Kejati Sumsel) hanya memfasilitasi tempat. Kalau pemeriksaan semuanya dilakukan oleh Tim jaksa penyidik Kejagung RI,” tutupnya. (ded)





Publisher : Fitriyanti

Lihat Juga

Susno Duadji: Dugaan Korupsi KONI Sumsel 2021 Harus Disidik Tuntas, Siapa Saja yang Nikmati Duit Jatuhi Hukuman Setimpal!

Palembang, KoranSN Tokoh Masyarakat Sumsel, Drs Susno Duadji SH MSc yang juga mantan Kepala Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!