Vokasi Dongkrak Perekonomian Pemuda Lahat





Sutoko
Drs. Sutoko M.Si

Lahat, SN

Menyikapi adanya tudingan yang menyebutkan bahwa program vokasi pemberdayaan pemuda yang dihelat oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lahat tahun 2014 silam, dimana kegiatan tersebut digadang gadang syarat dengan persoalan. Membuat mantan Kepala Dinas Dispora Kabupaten Lahat, Drs. Sutoko M.Si angkat bicara. Menurut pria yang sekarang menjabat sebagai Kapala Dinas Pendididkan ini, pihaknya saat itu hanya sebatas memberikan pelatihan kepada semua peserta vokasi.
“Dengan pelatihan itu, kita berharap pemuda Lahat dapat bersaing untuk bekerja di kawasan Asia Tenggara. Kami hanya melakukan pelatihan itu saja, dengan tanpa dipungut biaya. Kemudian, untuk mewujudkan harapan, maka kita temukan peserta dengan perusahaan penyalur tenaga kerja, PT. Darma Karya Raharja yang kantornya di Jakarta. Bagi yang berminat untuk bekerja diluar negeri, itu kami persilahkan untuk bernegosiasi. Sepanjang itu tidak ada persoalan, dengan disertai kesepakatan kepada pihak perusahaan penyalur tenaga kerja, dan berkoordiasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja Lahat,” ungkapnya.

Sutoko menambahkan, Dispora Lahat saat itu hanya fokus pada pelatihan saja, sebab hanya kegiatan itulah yang dibiayai oleh APBD Lahat tahun anggaran 2014 itu. Sedangkan dengan pihak PJTKI, Dispora pun hanya memfasilitasi dan mempertemukan saja,  untuk selanjutnya peserta akan membahas kesepakatan kesepakatan yang tertuang didalam job ordernya.

“Bila ada kesepakatan, baru kordinasi bersama pihak Disnaker Lahat. Begitu juga dengan  pihak AMIK wahana mandiri, Dispora hanya proses registrasi saja, bukan membiayai. Selanjutnya tergantung kemampuan peserta untuk mengatasi setiap kendala dan tantangan yang dihadapi, termasuk kemampuan menyisihkan waktu dan sebagian penghasilannya untuk kelancaran. Sebenarnya, harapan kami semua peserta bisa sukses”, terang Sutoko.

Baca Juga :   Kurniawan Jabat Plh Bupati Muara Enim, Nasrun Umar Pensiun

Dirinya menyebutkan, dalam pelatihan itu peserta diberikan berbagai materi pelatihan, diantaranya pengembangan jati diri, wawasan kebangsaan, bela negara, NKRI, dan informasi teknologi komputer dan internet, serta kemampuan bahasa asing. Dan pelatihan tanpa dipungut biaya itu, diikuti sebanyak 309 orang, dengan harapan pemuda Lahat dapat bersaing dan menciptakan lapangan kerja di kawasan Asia Tenggara.

“Kan sayang dengan ilmu yang didapat para peserta selama pelatihan itu, kalau tidak dimanfaatkan. Makanya 30 orang lebih, peserta yang sudah menyepakati ikut job order dengan pihak PJTKI, Merekapun sudah merasa nyaman kerja di Malaysia kok”, tandasnya.

Hans, salah satu peserta vokasi yang kebetulan tidak ikut berangkat untuk kerja ke Malaysia mengakui, bahwa ketidak ikut sertaannya berangkat keneraga tetangga itu lantaran dirinya terhalang dengan kondisi ibunya yang saat itu sedang sakit keras.

“Program vokasi Dispora itu memang hanya untuk pembentukan sumber daya manusia. Kami di bekali dengan ilmu bela negara, Tehnologi Informatika Internet, pengetahuan umum, Bahasa Asing dan Kepribadian membangun jati diri.  Nah, kalau soal kuliah, itu terserah peserta vokasi mau kuliah atau tidak, karena saat itu kita juga sudah didaftar melalui AMIK Wahana Mandiri Jakarta”, jelas Hans, Minggu kemarin.

Sebagai bukti kenyamanan alumni vokasi Dispora Lahat, JP, OT, dan ML, yang sejak beberapa bulan lalu sudah menikmati hasil kerja mereka di malaysia. Ketiga pemuda ini, berkomunikasi menulis pengkuan yang hampir senada melalui status di akun facebook, bahwa mereka sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Lahat dalam hal ini Dispora yang telah memberikan kesempatan berlatih dan menggali ilmu selama ikut vokasi. dengan hal itu mereka dapat bekerja dan membantu meringankan perekonomian orang tua mereka di kampung halaman.

Baca Juga :   APBD Perubahan Agar Berdampak Terhadap Masyarakat

“Pada dasarnya kami sangat terganggu dengan berita berita yang menyudutkan Dispora Lahat, karena kami sudah betah kerja di malaysia ini, sementara maslaha kuliah tidak menjadi utama lagi. Lagian kami terkendala waktu kerja dan jaringan internet. Yang jelas kami tidak mau dipulangkan, tujuan utama kami ke malaysia ini untuk bekerja demi membantu ekonomi keluarga saya”. demikian tulisnya di akun facebooknya.

Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah massa yang menamakan diri Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Lahat, melakukan aksi di halaman Kantor DPRD dan Pemkab Lahat, Kantor Kejaksaan,  dan  Polres Lahat, guna mempertanyakan nasib 33 pemuda asal Lahat yang dikirim ke Malaysia, melalui program peningkatan produktifitas pemuda  dan pemudi melalui pendidikan vokasi berkelanjutan yang dilakukan Dispora Lahat tersebut.

Menyikapi aksi yang dinilai bertolak dengan langkah positif Dispora Lahat, serta pengakuan dari beberapa peserta vokasi tersebut. Ketua komisi IV DPRD Kabupaten Lahat, Marwan Ardiansyah, SE, M.Si mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan dialog dengan para pendemo. Menurut Marwan, program vokasi tersebut sudah sangat jelas dan transparan. Bahkan sangat bermanfaat bagi para pesertanya.

“Program itu dapat membantu orangtua dan juga membangun jati diri serta masa depan pesertanya. Sejauh ini menurut saya, mereka sudah nyaman kerja di Malaysia,  orangtua merekapun sudah menyatakan sikap tidak ada kesalahan pada anak anaknya. Ini hanya hanya kesalah fahaman, antara kesepakatan peserta dan orang tua mereka saja”, tegas Marwan, yang didampingi para anggota komisi IV lainnya. (Fiz)







Publisher : agus

Lihat Juga

Pj Bupati Empat Lawang Pauzan: Rotasi Hal Biasa dan Tidak Akan Menonjobkan Pejabat

Empat Lawang, KoranSN Pj Bupati Empat Lawang Pauzan Khoiri Denin, mengaku sudah Tiga (3) kali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

    error: Content is protected !!